Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DESEMBER 2024 menjadi bulan yang menarik bagi para pengamat langit, karena berbagai fenomena astronomi yang spektakuler akan menghiasi angkasa.
Dari hujan meteor yang dikenal sebagai "raja hujan meteor", hingga peristiwa konjungsi planet yang mengagumkan, ada banyak hal yang patut dinantikan. Berikut adalah daftar fenomena astronomi yang akan terjadi di Desember 2024.
Pada pertengahan Desember, kita akan disuguhi puncak hujan meteor Geminid, yang dikenal sebagai salah satu hujan meteor terbesar dan paling spektakuler.
Hujan meteor ini puncaknya terjadi pada 13–14 Desember 2024, dengan perkiraan hingga 120 meteor per jam yang dapat terlihat dengan mata telanjang.
Meteor Geminid berasal dari asteroid 3200 Phaethon, yang memiliki karakteristik unik karena bukan berasal dari komet seperti kebanyakan hujan meteor lainnya.
Geminid juga terkenal karena meteoritnya yang lebih terang dan lebih lambat, memberikan kesempatan bagi pengamat langit untuk melihat jejak meteor yang lebih jelas.
Hujan meteor ini dapat terlihat di seluruh belahan bumi, meskipun kondisi langit yang cerah dan bebas dari polusi cahaya akan meningkatkan peluang untuk menikmati pemandangan luar biasa ini.
Walaupun tidak ada prediksi penampakan spektakuler pada Desember 2024, Komet 67P/Churyumov–Gerasimenko akan tetap menjadi objek penelitian penting dalam dunia astronomi.
Setelah keberhasilan misi Rosetta yang berhasil mendaratkan modul Philae di permukaan komet pada 2014, komet ini terus menjadi sorotan bagi ilmuwan yang ingin memahami lebih dalam tentang asal-usul tata surya kita.
Meskipun tidak ada aktivitas luar biasa yang diperkirakan pada Desember 2024, komet ini tetap menjadi objek menarik bagi para astronom profesional maupun amatir, dengan penelitian yang terus dilakukan untuk memahami komet sebagai pembawa materi penting dari awal pembentukan tata surya.
Fenomena langit yang tak kalah menarik pada bulan Desember 2024 adalah konjungsi antara planet Jupiter dan Venus.
Kedua planet yang dikenal dengan kecerahan cemerlang ini akan terlihat mendekat satu sama lain, menciptakan pemandangan langit yang memukau.
Konjungsi ini akan terjadi pada tanggal 1 Desember dan dapat dilihat dengan jelas tanpa bantuan teleskop.
Keindahan langit malam yang dihiasi dengan dua planet terang ini dapat menjadi salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan oleh para pengamat langit.
Pada 14 Desember 2024, sebagian wilayah bumi akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial. Walaupun gerhana ini tidak akan sepenuhnya menutupi Matahari, peristiwa ini tetap menjadi sorotan langit yang menarik.
Gerhana matahari parsial ini dapat dilihat di beberapa wilayah, tergantung pada lokasi pengamatannya.
Untuk menikmati fenomena ini dengan aman, penting untuk menggunakan alat pengamatan yang sesuai, seperti kaca mata gerhana yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari radiasi matahari yang berbahaya.
Sebagai penutup tahun, hujan meteor Ursid akan terjadi pada 22–23 Desember 2024. Meskipun hujan meteor ini lebih kecil dibandingkan Geminid, namun pemandangannya tetap menawan.
Hujan meteor Ursid memiliki puncak yang lebih kecil, namun para pengamat langit masih bisa menikmati keindahan meteor yang melintas di langit malam.
Hujan meteor ini menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan langit di akhir tahun, dan meskipun meteor yang tampak tidak sebanyak Geminid, keindahannya tetap patut dinantikan.
Desember 2024 adalah bulan yang penuh dengan fenomena astronomi yang menarik.
Dari hujan meteor Geminid yang dikenal sebagai "raja hujan meteor", hingga konjungsi planet yang memukau, setiap peristiwa ini menawarkan kesempatan bagi kita untuk lebih mengagumi keajaiban alam semesta.
Pastikan untuk mempersiapkan diri dan mencari lokasi pengamatan yang tepat agar dapat menikmati keindahan langit yang luar biasa ini. (Z-10)
Sumber:
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Telusuri kumpulan mitos gerhana matahari dari berbagai budaya dunia serta fakta ilmiah untuk membuktikan kebenarannya. Edukasi astronomi terlengkap.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Panduan Aman Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Para ahli astronomi mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat gerhana secara langsung dengan mata telanjang, karena dapat membahayakan kesehatan mata
Bulan purnama pertama di tahun 2026, yang dikenal sebagai Wolf Moon, mencapai puncaknya pada 3 Januari 2026. Penamaan Wolf Moon berasal dari tradisi budaya kuno
Pahami perbedaan gerhana matahari total, cincin, dan sebagian. Pelajari proses terjadinya, penyebab ilmiah, dan cara aman mengamatinya secara mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved