Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DESEMBER 2024 menjadi bulan yang menarik bagi para pengamat langit, karena berbagai fenomena astronomi yang spektakuler akan menghiasi angkasa.
Dari hujan meteor yang dikenal sebagai "raja hujan meteor", hingga peristiwa konjungsi planet yang mengagumkan, ada banyak hal yang patut dinantikan. Berikut adalah daftar fenomena astronomi yang akan terjadi di Desember 2024.
Pada pertengahan Desember, kita akan disuguhi puncak hujan meteor Geminid, yang dikenal sebagai salah satu hujan meteor terbesar dan paling spektakuler.
Hujan meteor ini puncaknya terjadi pada 13–14 Desember 2024, dengan perkiraan hingga 120 meteor per jam yang dapat terlihat dengan mata telanjang.
Meteor Geminid berasal dari asteroid 3200 Phaethon, yang memiliki karakteristik unik karena bukan berasal dari komet seperti kebanyakan hujan meteor lainnya.
Geminid juga terkenal karena meteoritnya yang lebih terang dan lebih lambat, memberikan kesempatan bagi pengamat langit untuk melihat jejak meteor yang lebih jelas.
Hujan meteor ini dapat terlihat di seluruh belahan bumi, meskipun kondisi langit yang cerah dan bebas dari polusi cahaya akan meningkatkan peluang untuk menikmati pemandangan luar biasa ini.
Walaupun tidak ada prediksi penampakan spektakuler pada Desember 2024, Komet 67P/Churyumov–Gerasimenko akan tetap menjadi objek penelitian penting dalam dunia astronomi.
Setelah keberhasilan misi Rosetta yang berhasil mendaratkan modul Philae di permukaan komet pada 2014, komet ini terus menjadi sorotan bagi ilmuwan yang ingin memahami lebih dalam tentang asal-usul tata surya kita.
Meskipun tidak ada aktivitas luar biasa yang diperkirakan pada Desember 2024, komet ini tetap menjadi objek menarik bagi para astronom profesional maupun amatir, dengan penelitian yang terus dilakukan untuk memahami komet sebagai pembawa materi penting dari awal pembentukan tata surya.
Fenomena langit yang tak kalah menarik pada bulan Desember 2024 adalah konjungsi antara planet Jupiter dan Venus.
Kedua planet yang dikenal dengan kecerahan cemerlang ini akan terlihat mendekat satu sama lain, menciptakan pemandangan langit yang memukau.
Konjungsi ini akan terjadi pada tanggal 1 Desember dan dapat dilihat dengan jelas tanpa bantuan teleskop.
Keindahan langit malam yang dihiasi dengan dua planet terang ini dapat menjadi salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan oleh para pengamat langit.
Pada 14 Desember 2024, sebagian wilayah bumi akan dapat menyaksikan gerhana matahari parsial. Walaupun gerhana ini tidak akan sepenuhnya menutupi Matahari, peristiwa ini tetap menjadi sorotan langit yang menarik.
Gerhana matahari parsial ini dapat dilihat di beberapa wilayah, tergantung pada lokasi pengamatannya.
Untuk menikmati fenomena ini dengan aman, penting untuk menggunakan alat pengamatan yang sesuai, seperti kaca mata gerhana yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari radiasi matahari yang berbahaya.
Sebagai penutup tahun, hujan meteor Ursid akan terjadi pada 22–23 Desember 2024. Meskipun hujan meteor ini lebih kecil dibandingkan Geminid, namun pemandangannya tetap menawan.
Hujan meteor Ursid memiliki puncak yang lebih kecil, namun para pengamat langit masih bisa menikmati keindahan meteor yang melintas di langit malam.
Hujan meteor ini menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan langit di akhir tahun, dan meskipun meteor yang tampak tidak sebanyak Geminid, keindahannya tetap patut dinantikan.
Desember 2024 adalah bulan yang penuh dengan fenomena astronomi yang menarik.
Dari hujan meteor Geminid yang dikenal sebagai "raja hujan meteor", hingga konjungsi planet yang memukau, setiap peristiwa ini menawarkan kesempatan bagi kita untuk lebih mengagumi keajaiban alam semesta.
Pastikan untuk mempersiapkan diri dan mencari lokasi pengamatan yang tepat agar dapat menikmati keindahan langit yang luar biasa ini. (Z-10)
Sumber:
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Simak jadwal fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Aceh. Cek waktu puncak, fase yang terlihat, dan imbauan shalat khusuf dari BMKG & Kemenag.
BMKG memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar pada Februari 2026 di Indonesia. Waktu terbaik, lokasi, dan alat yang dibutuhkan. Cek di sini!
Pelajari apa itu Gerhana Bulan Total, proses terjadinya, hingga alasan mengapa bulan berwarna merah (Blood Moon). Cek juga jadwal gerhana tahun 2026!
Sejumlah stasiun penelitian telah mengonfirmasi kesiapan observasi. Di antaranya adalah Stasiun Penelitian Concordia yang dikelola Prancis dan Italia, serta Stasiun Mirny milik Rusia
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved