Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Momentum ini terjadi secara beruntun, sehingga penghujung tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit.
Hujan meteor Southern Taurids mencapai puncaknya pada 4-5 November 2025. Saksikan meteor cerah dan bola api spektakuler yang muncul di langit.
November 2025 akan dipenuhi dengan berbagai peristiwa langit yang spektakuler. Dari kemunculan supermoon hingga hujan meteor, sejumlah kejadian astronomi akan mempercantik malam.
Fenomena hujan meteor Orionid berlangsung sepanjang Oktober hingga awal November. Puncaknya akan terjadi pada 21-22 Oktober.
Fenomena langit spektakuler akan kembali menghiasi angkasa malam. Hujan meteor Orionid, yang dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling konsisten setiap tahunnya.
Pada 18 Oktober 2025, fenomena langit yang menarik, yaitu hujan meteor Epsilon Geminid (ε-Geminid), akan mencapai puncaknya.
Walaupun jumlah meteor yang terlihat per jam (ZHR) tidak setinggi Geminids, Orionid tetap menghadirkan pemandangan yang menakjubkan.
Nikmati keindahan langit malam Oktober 2025 dengan berbagai hujan meteor seperti Draconids dan Orionids. Simak jadwal lengkapnya.
Hujan meteor Draconid akan mencapai puncaknya pada 8 Oktober 2025, sekitar pukul 19.00 UTC (Jam dunia).
Oktober 2025 akan menjadi bulan penuh pesona astronomi. Dari supermoon terang hingga hujan meteor tanpa gangguan cahaya bulan, berikut sembilan fenomena langit spektakuler Oktober 2025.
Asteroid 2024 YR4 dijuluki sebagai “city killer” karena ukurannya sekitar 60 meter, cukup besar untuk menghancurkan sebuah kota jika menghantam langsung Bumi.
Karena faktor tersebut, pengamatan visual sering kali gagal. Para ilmuwan dan pengamat amatir lebih cenderung memanfaatkan teknologi radar dan radio untuk menangkap jejak
Dari Jakarta, titik asal (radiant) hujan meteor Sextantids yang berada di rasi bintang Sextans akan terbit sekitar pukul 03.33 WIB di ufuk timur.
Langit Oktober akan jadi panggung spektakuler: dua komet terang dan puncak hujan meteor Orionid hadir hampir bersamaan.
Hujan meteor Epsilon Perseids akan mencapai puncaknya pada 9 September 2025 sebelum fajar.
Hujan meteor ini baru dapat terlihat dari Jakarta sekitar pukul 22.09 WIB, ketika titik radian di rasi Perseus muncul di atas cakrawala timur. Fenomena akan berlangsung hingga fajar
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved