Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para pengamat bintang, Southern Taurid meteor shower akan mencapai puncaknya pada malam 4-5 November 2025. Saat itu, langit bumi akan dipenuhi meteorit cerah yang mungkin meluncur cepat menyentuh atmosfer Bumi. Fenomena ini terjadi karena Bumi melintas di jalur debu yang ditinggalkan komet 2P/Encke, yang melintasi orbitnya setiap 3,3 tahun.
Meteorit yang terlihat saat hujan meteor terbentuk dari serpihan komet kuno yang bergerak dengan kecepatan puluhan ribu mil per jam, yang membakar diri mereka dalam percikan spektakuler saat bertabrakan dengan molekul udara di atmosfer. Hujan meteor Southern Taurids dikenal dengan penampilan bola api spektakuler, dimana serpihan besar dari debu antariksa bisa menghantam atmosfer Bumi, menciptakan meteor yang cukup terang untuk menyulap malam hari sejenak.
Tahun 2025 merupakan tahun "swarm" bagi hujan meteor Southern Taurids. Pada puncaknya, antara 4-5 November, hingga 10 meteor cerah dapat terlihat setiap jamnya. Namun, cahaya hampir penuh dari bulan akan mempengaruhi visibilitas, hanya meteor paling terang yang dapat terlihat dengan jelas.
Tahun-tahun swarm terjadi ketika Bumi melewati area jalur puing dari komet Encke yang mengandung fragmen komet lebih besar. Menurut pakar American Meteor Society, Robert Lunsford, "Kami melewati partikel meteor yang lebih besar sekitar dua kali dalam satu dekade pada interval yang tidak teratur. Partikel biasa dari Taurids berukuran seperti kerikil, sementara partikel swarm berukuran seperti bola bisbol hingga bola basket dan akan muncul sebagai bola api di langit."
Waktu terbaik untuk mengamati meteorit Southern Taurids adalah setelah tengah malam pada hari-hari menjelang puncaknya. Meteor-meteor ini akan muncul di arah konstelasi Taurus yang akan naik dari cakrawala setelah matahari terbenam dan mencapai titik tertingginya di langit selatan beberapa jam setelah tengah malam.
Lunsford menyarankan untuk memberi waktu sekitar 30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan gelap, hindari melihat langsung ke bulan, dan carilah area langit sekitar 40 derajat di atas konstelasi Taurus, tempat jejak meteor akan terlihat lebih panjang. Lebar kepalan tangan yang digenggam sejauh lengan di langit malam kira-kira mewakili 10 derajat.
Walaupun Bumi akan melewati bagian luar dari jalur debu Encke pada puncak Southern Taurids 2025, peragaan mungkin tidak akan semegah tahun 2022. "Namun, aktivitas bola api yang lebih tinggi dari normal terjadi pada Oktober ini, menunjukkan bahwa kami mungkin meremehkan kekuatan tampilan tahun ini," kata Lunsford. "Sayangnya, bulan purnama terjadi pada bagian utama dari hujan meteor ini."
Tahun berikutnya untuk peristiwa swarm Southern Taurids diperkirakan pada tahun 2032, jadi pastikan untuk melihat ke atas pada 4-5 November ini untuk kesempatan menyaksikan pertunjukan cahaya alam yang menakjubkan. Bagi para astronomi yang tertarik menangkap bola api yang meluncur melintasi langit malam, kami juga menyediakan panduan tentang teknik memotret meteor serta rekomendasi kamera dan lensa terbaik untuk fotografi astronomi. (Space/Z-2)
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Momentum ini terjadi secara beruntun, sehingga penghujung tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit.
Warga Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, dikejutkan oleh dentuman keras dan getaran kuat pada Minggu (5/10) malam. Setelah diselidiki, sumber suara tersebut ternyata berasal dari meteor.
Sebuah bola api seukuran tomat ceri yang menghantam atap rumah di kawasan metro Atlanta, Juni lalu, ternyata berasal dari meteorit berusia 20 juta tahun lebih tua daripada Bumi.
Hujan meteor Taurid adalah fenomena langit yang berlangsung dari akhir Oktober hingga November, menawarkan kesempatan langka untuk menyaksikan bola api yang menerangi langit malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved