Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Fenomena Astronomi 2026: Gerhana, Supermoon, dan Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia

N Apuan Iskandar
09/1/2026 11:04
Fenomena Astronomi 2026: Gerhana, Supermoon, dan Hujan Meteor Hiasi Langit Indonesia
Ilustrasi--Jejak meteor di langit selama hujan meteor Perseid tahunan.(Dok NASA)

SEPANJANG 2026, langit Indonesia diprediksi akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi. Sejumlah fenomena astronomi penting, mulai dari gerhana Bulan, supermoon, hingga hujan meteor tahunan, dapat diamati dari berbagai wilayah Tanah Air. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menjadi sarana edukasi astronomi bagi masyarakat luas.

Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia. 

Pada fase puncaknya, Bulan akan tertutup sepenuhnya oleh bayangan Bumi dan tampak berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gerhana Bulan total tergolong aman untuk diamati dengan mata telanjang, selama kondisi cuaca mendukung.

Memasuki April 2026, langit Indonesia akan dihiasi hujan meteor Lyrid yang mencapai puncaknya pada pertengahan bulan. 

Meskipun jumlah meteor yang terlihat tidak terlalu tinggi, Lyrid dikenal mampu menghasilkan meteor terang yang sesekali meninggalkan jejak cahaya panjang di langit malam.

Pada Mei, hujan meteor Eta Aquarid menjadi salah satu fenomena yang paling ideal untuk wilayah Indonesia. Hujan meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley dan memiliki kecepatan tinggi saat memasuki atmosfer Bumi. Pengamatan terbaik dapat dilakukan menjelang fajar dari lokasi yang minim polusi cahaya.

Bulan Agustus 2026 juga menawarkan peristiwa menarik melalui hujan meteor Perseid. Meskipun puncak aktivitasnya lebih menguntungkan bagi belahan Bumi utara, sebagian meteor Perseid tetap berpotensi terlihat dari Indonesia pada dini hari, khususnya di wilayah dengan langit gelap.

Selain hujan meteor, beberapa fase supermoon diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2026. Supermoon terjadi ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi saat fase purnama, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan purnama biasa.

Menutup tahun, hujan meteor Geminid pada Desember 2026 menjadi salah satu fenomena yang paling konsisten dan kaya meteor terang. Geminid dapat diamati dari Indonesia pada malam hingga dini hari dan sering disebut sebagai hujan meteor terbaik dalam setahun.

Berbagai fenomena ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan langsung dinamika tata surya. Dengan persiapan sederhana dan cuaca cerah, langit 2026 menawarkan banyak peristiwa astronomi yang layak dinantikan. (Z-1)

Sumber:

  • NASA Solar System Exploration
  • International Astronomical Union (IAU)
  • International Meteor Organization (IMO)
  • timeanddate.com (data astronomi)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya