Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA melihat langit malam dan menyaksikan cahaya terang yang melesat cepat, sering kali kita menyebutnya sebagai "bintang jatuh." Namun, sebenarnya yang kita lihat adalah fenomena meteor.
Di dunia astronomi, selain meteor terdapat juga meteoroid dan meteorit. Lalu, apa perbedaan antara meteoroid, meteor, dan meteorit? Berikut penjelasannya.
Meteoroid adalah benda kecil di luar angkasa yang beragam ukurannya. Mereka bisa sekecil butiran debu atau sebesar batu besar. Meteoroid umumnya terbuat dari batuan, logam, atau campuran keduanya. Benda-benda ini mengorbit matahari dan sering kali berasal dari pecahan komet atau asteroid. Tidak seperti planet atau bulan, meteoroid tidak memiliki orbit tetap dan bisa bergerak dengan kecepatan tinggi.
Baca juga : Fakta Ilmiah Puncak Hujan Meteor Perseid 2023 dan Asal Usul Namanya
Perjalanan meteoroid ini tidak selalu berakhir dengan mencapai permukaan bumi. Sebagian besar meteoroid yang memasuki atmosfer bumi akan terbakar akibat gesekan dengan udara, menciptakan fenomena yang kita kenal sebagai meteor.
Meteor adalah cahaya terang yang muncul di langit saat meteoroid memasuki atmosfer bumi. Saat meteoroid melintasi atmosfer, gesekan dengan udara menyebabkan pemanasan yang sangat tinggi, mengubah materi meteoroid menjadi plasma yang terlihat sebagai kilatan cahaya. Peristiwa ini biasanya berlangsung hanya beberapa detik, dan meteoroid yang terbakar habis dalam proses ini tidak mencapai permukaan bumi.
Fenomena "bintang jatuh" yang sering kita saksikan sebenarnya adalah meteor yang berkilauan di langit malam. Meskipun terlihat indah, meteor sebenarnya hanya jejak efemeral dari perjalanan meteoroid yang singkat melintasi atmosfer bumi.
Baca juga : Hujan Meteor Perseid dan Sosok Perseus, Pahlawan dari Mitologi Yunani Kuno
Namun, tidak semua bagian dari meteoroid terbakar habis saat memasuki atmosfer bumi. Beberapa fragmen dapat bertahan dan mencapai permukaan bumi. Benda-benda inilah yang disebut meteorit. Mereka dapat ditemukan di berbagai tempat di bumi, seringkali menyimpan informasi penting tentang asal usul tata surya dan evolusi planet.
Meteorit adalah objek yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan karena mereka bisa memberikan wawasan tentang komposisi kimia, struktur internal planet, dan bahkan asal usul kehidupan di Bumi. Penelitian terhadap meteorit juga dapat memberikan informasi penting tentang bagaimana tata surya terbentuk dan berevolusi.
Memahami perbedaan antara meteoroid, meteor, dan meteorit penting karena masing-masing memiliki karakteristik dan implikasi yang berbeda. Meteoroid, sebagai objek yang masih berada di luar angkasa, bisa menjadi ancaman potensial jika orbitnya mendekati bumi.
Baca juga : Astronom Deteksi Ledakan Kosmik Terbesar yang Pernah Ada
Meteor, dengan keindahannya saat terbakar di atmosfer, menambah pengetahuan kita tentang fenomena atmosferik. Sedangkan meteorit, dengan komposisinya yang dapat dipelajari, memberikan wawasan tentang sejarah dan pembentukan tata surya.
Dengan penjelasan ini, diharapkan kita dapat lebih memahami dan menghargai fenomena alam yang terjadi di langit malam. Fenomena yang sering kita sebut sebagai "bintang jatuh" ternyata menyimpan banyak cerita dan ilmu pengetahuan yang menarik di baliknya.
(Z-9)
Warga Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat, dikejutkan oleh dentuman keras dan getaran kuat pada Minggu (5/10) malam. Setelah diselidiki, sumber suara tersebut ternyata berasal dari meteor.
Warna meteor bisa berubah dari merah, hijau, hingga biru saat melintas di langit. NASA mengungkap bahwa perbedaan ini disebabkan oleh pembakaran unsur logam dan suhu ekstrem di atmosfer Bumi.
Pelajari perbedaan meteoroid, meteor, dan meteorit serta asal-usul “bintang jatuh”
Seorang pria menyimpan batu 17 kg selama 17 tahun yang dikiranya emas. Setelah diuji ilmuwan, ternyata meteorit kuno dari luar angkasa,
Selama proses membuka batu, Hole mencobanya dengan berbagai alat seperti gergaji batu, grinder sudut, bor, hingga merendamnya dalam air asam.
Rover Perseverance NASA menemukan batu logam kaya besi dan nikel yang diduga meteorit pertama dalam misinya di Mars.
Wahana antariksa ESA menangkap pola mirip barcode di lereng Mars. Penelitian baru menunjukkan fenomena ini bukan akibat tumbukan meteorit.
Ilmuwan Tiongkok temukan fragmen meteorit langka pada sampel Bulan dari misi Chang’e-6. Temuan ini bisa ungkap asal-usul air dan materi di Tata Surya.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa kurang dari 10.000 meteorit benar-benar jatuh ke daratan atau perairan Bumi setiap tahunnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved