Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bulan Oktober 2025 akan menjadi salah satu momen menarik bagi para pengamat langit dan pecinta astronomi. Sejumlah hujan meteor akan melintasi langit Bumi sepanjang bulan ini, menghadirkan pertunjukan cahaya alami yang indah dan menakjubkan. Berikut daftar lengkap meteor yang akan lewat di langit Bumi sepanjang Oktober 2025, termasuk tanggal puncak, asal usul, serta tips waktu terbaik untuk menyaksikannya.
Hujan meteor Draconids merupakan salah satu fenomena menarik di awal Oktober. Berbeda dari kebanyakan hujan meteor yang terlihat menjelang fajar, Draconids justru paling aktif setelah matahari terbenam, dengan arah radian dari rasi Draco (Naga) di langit utara.
Tahun 2025 diperkirakan akan membawa lonjakan aktivitas (outburst) yang cukup kuat dari Draconids, karena Bumi melewati jejak debu yang ditinggalkan komet pada tahun 2012 dan 2005. Pengamatan terbaik dilakukan dari wilayah belahan Bumi utara, namun masih mungkin terlihat di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada malam 8 Oktober.
Hujan meteor Orionids termasuk salah satu yang paling populer di dunia. Meteor ini berasal dari serpihan debu legendaris Komet Halley, yang juga memunculkan hujan meteor Eta Aquarids di bulan Mei.
Puncak Orionids akan terjadi sekitar malam 20 hingga dini hari 21 Oktober 2025. Pengamat di Indonesia bisa menyaksikan fenomena ini mulai tengah malam hingga menjelang subuh. Radian meteor terletak di rasi Orion (Pemburu), yang mudah dikenali dari tiga bintang sejajarnya di langit timur.
Meskipun tidak sepopuler Orionids, hujan meteor Leonis Minorids tetap menjadi fenomena menarik bagi pecinta langit. Meteor ini tampak muncul dari arah rasi Leo Minor (Singa Kecil). Karena intensitasnya cukup rendah, disarankan menggunakan kamera dengan eksposur panjang untuk menangkap kilasan meteor.
Hujan meteor Camelopardalids hanya menampilkan sedikit meteor per jam dan lebih sering terdeteksi melalui peralatan observasi daripada mata telanjang. Namun, pengamat di lintang utara mungkin masih bisa melihat beberapa meteor terang pada malam 5 Oktober.
Fenomena hujan meteor Oktober 2025 akan menjadi momen sempurna bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit malam. Puncak Draconids dan Orionids menjadi dua yang paling ditunggu tahun ini. Pastikan kamu menandai tanggalnya, memilih lokasi terbaik, dan siapkan kamera untuk mengabadikan keindahan langit Bumi di bulan Oktober 2025. (Z-10)
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Momentum ini terjadi secara beruntun, sehingga penghujung tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit.
Hujan meteor Southern Taurids mencapai puncaknya pada 4-5 November 2025. Saksikan meteor cerah dan bola api spektakuler yang muncul di langit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved