Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGEMAR langit malam, catat tanggalnya! Puncak hujan meteor Epsilon Perseids terjadi sebelum fajar pada 9 September. Memberikan kesempatan langka untuk melihat bintang jatuh.
Berbeda dengan hujan meteor Perseid yang lebih terkenal pada bulan Agustus, Epsilon Perseid aktif antara 5 dan 21 September ketika Bumi melewati jejak puing-puing, yang ditinggalkan oleh komet tak dikenal. Ketika pecahan-pecahan komet ini memasuki atmosfer Bumi, gesekan membuatnya cepat menguap dan menghasilkan kilatan cahaya singkat, yang kita lihat sebagai bintang jatuh.
Pada 2025, hujan meteor Epsilon Perseid akan mencapai puncaknya pada pukul 8 pagi EDT (12:00 GMT) tanggal 9 September. Pada saat itu, hingga lima bintang jatuh per jam, yang terkait hujan meteor ini dapat terlihat, menurut in-the-sky.org.
Puncak hujan meteor akan terjadi di bawah cahaya bulan sabit, yang hampir purnama. Hal ini dapat membuat bintang jatuh lebih redup sulit terlihat. Akibatnya, jumlah meteor yang bisa diamati secara keseluruhan akan berkurang.
Bintang jatuh yang muncul selama hujan meteor ini, akan tampak seolah berasal dari satu titik di langit, yaitu di konstelasi Perseus. Titik ini terletak dekat dengan bintang terang Algol, lokasinya dapat ditemukan dengan mudah menggunakan aplikasi astronomi di ponsel pintar.
Perseus terbit cukup awal di garis lintang utara-tengah, misalnya di New York, Perseus sudah berada di atas cakrawala kurang dari satu jam, setelah matahari terbenam. Hal ini berarti Anda bisa mulai mencari meteor sejak pertengahan malam hingga larut malam.
Pada malam puncak, setiap “bintang jatuh” yang muncul sebelumnya dapat termasuk Earthgrazers, yakni meteor lambat dan panjang yang meluncur di atmosfer dari cakrawala. Laju meteor akan meningkat saat larut malam ketika Perseus bergerak lebih tinggi di langit.
Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah, beberapa jam sebelum fajar pada 9 September. Ketika titik asalnya, yang disebut radiant terletak tinggi di langit akhir musim panas.
Meski begitu, meteor yang termasuk hujan ini tetap dapat terlihat kapan saja, radiant berada di atas cakrawala setelah gelap. Bagi pengamat di New York, terjadi kurang dari satu jam setelah matahari terbenam.
Para pengamat bintang yang ingin melihat meteor dengan ekor paling panjang, sebaiknya meluangkan sekitar 30 menit, agar mata mereka menyesuaikan diri dengan kegelapan. Arahkan pandangan ke langit sekitar 40 derajat dari titik radiant, untuk mendapatkan pemandangan terbaik. Sebagai panduan, lebar kepalan tangan yang direntangkan sejajar dengan lengan kira-kira setara dengan 10 derajat langit. (Space/TS2 Tech/Z-2)
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Salah satu fenomena utama terjadi pada Maret 2026, ketika gerhana Bulan total dapat diamati dari Indonesia.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Desember 2025 akan menjadi bulan yang penuh dengan fenomena langit spektakuler yang dapat dinikmati oleh pengamat astronomi di Indonesia.
Momentum ini terjadi secara beruntun, sehingga penghujung tahun bisa menjadi waktu yang tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan langit.
Hujan meteor Southern Taurids mencapai puncaknya pada 4-5 November 2025. Saksikan meteor cerah dan bola api spektakuler yang muncul di langit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved