Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN Meteor Aurigids telah menghiasi langit dini hari 1 September 2025. Puncaknya terjadi menjelang fajar, hujan meteor ini terlihat seperti garis-garis cahaya terang atau bintang jatuh yang melesat cepat di langit, berasal dari titik yang sama di rasi bintang Auriga.
Peristiwa hujan meteor menjadi pembuka rangkaian fenomena langit menarik sepanjang bulan September 2025. Berikut jadwal fenomena yang bisa anda catat beserta waktunya.
Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari Asia, Afrika, Eropa, Rusia, Oceania, hingga Antartika. Dari Jakarta, Bulan akan tampak jelas di langit barat dengan posisi 69° di atas horizon saat puncaknya.
Fenomena ini bisa diamati dari Jakarta sejak pukul 19.25 WIB hingga 05.20 WIB keesokan harinya. Saat mencapai titik tertinggi, Bulan, Saturnus, dan Neptunus berada di ketinggian 86° di langit utara.
Pada fase kuartal akhir, Bulan tampak setengah bulat sempurna. Momen ini cocok untuk menikmati pemandangan langit malam dengan jelas.
Fenomena ini dapat diamati di langit timur. Pada titik tertinggi, Bulan dan Jupiter tampak pada ketinggian 47° di atas horizon.
Sayangnya, fenomena Gerhana Matahari 22 September 2025 ini tidak terlihat dari Indonesia. Gerhana hanya bisa diamati dari wilayah Antartika dan sebagian Oceania.
Hujan meteor Daytime Sextantid akan terlihat saat titik radian di konstelasi Sextans muncul di langit timur. Waktu terbaik mengamatinya adalah sebelum fajar, ketika radian berada di posisi tertinggi.
Fenomena langit di bulan September 2025 akan menyajikan berbagai momen langka yang sayang jika hanya dilewatkan, catat jadwalnya agar tidak ketinggalan pengalaman menarik di langit gelap. (In The Sky/Z-2)
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Komet antarbintang 3I/ATLAS terekam berubah hijau saat gerhana bulan total. Simak foto terbaru dan penjelasan ilmiahnya di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved