Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
FENOMENA langka akan menghiasi langit pada Minggu, 7 September 2025. Gerhana Bulan total atau Blood Moon dapat disaksikan utuh dari India, Cina, Rusia, Australia Barat, Afrika Timur, Asia Tengah, hingga Indonesia, menurut unggahan Instagram @bosschaobservatory. Sementara di Inggris dan Eropa Barat, hanya sebagian fase yang terlihat tergantung waktu terbit Bulan.
Gerhana Bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi tersebar, menyaring warna biru dan menyisakan cahaya merah, sehingga Bulan tampak kemerahan khas.
Fenomena ini juga dijuluki Corn Moon, purnama pertama September yang menandai musim panen jagung. Namun, tahun ini istimewa karena bertepatan dengan gerhana total, sesuatu yang jarang terjadi.
Berbeda dengan gerhana Matahari, gerhana Bulan aman ditatap dengan mata telanjang. Meski begitu, teleskop atau teropong akan memperlihatkan detail lebih menakjubkan.
22:28 - Gerhana penumbra mulai
23:53 - Gerhana sebagian mulai
01:11 - Gerhana total mulai
02:33 - Gerhana total berakhir
03:39 - Gerhana sebagian berakhir
03:53 - Gerhana penumbra berakhir
Sumber: Sky at Night Magazine, Instagram @bosschaobservatory
Blood Moon adalah sebutan populer untuk gerhana bulan total, yaitu ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Gerhana Bulan Total, yang sering disebut sebagai Blood Moon, akan kembali menghiasi langit pada malam tanggal 7 hingga 8 September 2025.
Blood moon akan kembali menghiasi langit pada 7 September 2025, terlihat penuh di Asia dan Australia Barat.
Sementara itu, mengutip dari NASA, (13/2), dalam Bulan purnama yang juga disebut sebagai Bulan cacing ini, akan muncul fenomena gerhana Bulan total.
GERHANA bulan total akan kembali melintasi langit Bumi untuk pertama kalinya sejak 2022. Pada malam tanggal 13-14 Maret 2025 dan akan menambilkan blood moon.
Wahana antariksa NASA, Solar Dynamics Observatory (SDO), menyaksikan dua peristiwa langka dalam satu hari: transit bulan dan gerhana bumi yang menutupi matahari.
Saksikan gerhana bulan! Fenomena langit memukau. Pelajari penyebab, jenis, dan cara aman menikmatinya. Jangan lewatkan!
Sementara itu, mengutip dari NASA, (13/2), dalam Bulan purnama yang juga disebut sebagai Bulan cacing ini, akan muncul fenomena gerhana Bulan total.
Bulan Maret menawarkan berbagai fenomena langit menarik, termasuk kesempatan langka untuk mengamati Merkurius pada 7-9 Maret dan gerhana bulan total pada 13-14 Maret.
GERHANA bulan total akan kembali melintasi langit Bumi untuk pertama kalinya sejak 2022. Pada malam tanggal 13-14 Maret 2025 dan akan menambilkan blood moon.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved