Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BLOOD moon adalah sebutan untuk gerhana bulan total, ketika bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan dan membuatnya berwarna merah tembaga atau cokelat kemerahan. Peristiwa ini hanya terjadi saat Bulan purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sempurna.
Tidak semua Bulan purnama memunculkan blood moon karena orbit Bulan sedikit miring terhadap orbit Bumi. Saat posisi sejajar sempurna, sinar Matahari langsung terhalang Bumi. Cahaya yang berhasil melewati atmosfer Bumi tersaring. Di mana cahaya biru terhambur, sementara warna merah dan oranye sampai ke permukaan Bulan, menciptakan efek dramatis tersebut.
Blood moon berikutnya akan terjadi pada 7 September 2025. Fenomena ini akan terlihat penuh di Asia dan Australia Barat, serta sebagian fase dapat diamati di Eropa, Afrika, Australia Timur, dan Selandia Baru. Wilayah Amerika tidak akan dapat menyaksikannya.
Tidak semua gerhana bulan menghasilkan blood moon. Jika hanya sebagian bayangan Bumi menutupi Bulan, disebut gerhana bulan sebagian. Jika Bulan hanya melewati bayangan luar (penumbra), gerhana akan tampak sangat samar dan sulit dilihat.
Pada gerhana bulan total, seluruh permukaan Bulan berada di dalam bayangan inti Bumi sehingga terlihat merah tembaga. Intensitas warna bergantung pada kondisi atmosfer. Menurut NASA, setiap tahun terjadi 2–4 gerhana bulan yang dapat diamati dari sekitar separuh permukaan Bumi. Namun, fenomena ini tidak akan berlangsung selamanya karena Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 4 cm per tahun.
Fenomena ini pernah dimanfaatkan Christopher Columbus pada 1504. Saat itu ia dan krunya terdampar di Jamaika. Awalnya mereka disambut penduduk Arawak, namun hubungan memburuk setelah kru Columbus bertindak kasar dan mencuri. Warga pun enggan membantu mereka mencari makanan.
Columbus yang membawa almanak mengetahui akan ada gerhana bulan. Ia mengatakan kepada penduduk bahwa Tuhan marah karena mereka tidak memberi makan krunya, dan sebagai tanda kemarahan, Tuhan akan “mengubah Bulan menjadi merah”. Ketika gerhana terjadi, penduduk ketakutan dan membawa makanan sambil memohon agar Columbus “meminta ampun” kepada Tuhannya. (Space/Z-2)
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Komet antarbintang 3I/ATLAS terekam berubah hijau saat gerhana bulan total. Simak foto terbaru dan penjelasan ilmiahnya di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved