Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GERHANA Matahari total selalu menjadi salah satu fenomena alam paling menakjubkan. Tahun ini, pada 12 Agustus 2026 mendatang, sebagian wilayah Bumi akan menyaksikan gerhana total yang akan mengubah siang menjadi gelap selama beberapa menit. Fenomena ini tidak hanya menarik bagi para ilmuwan, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin merasakan keajaiban alam secara langsung.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Hasilnya, langit siang menjadi gelap, suhu udara turun, dan bintang-bintang muncul di langit. Saat menunjukan gerhana total, hanya korona Matahari yang bersinar di sekitar Bulan.
Gerhana total tahun ini akan melintasi wilayah Arktik, Greenland, Islandia, dan sebagian utara Spanyol. Totalitas di beberapa lokasi diperkirakan berlangsung sekitar 2 hingga 2,5 menit. Selain itu, tahun berikutnya, pada 2027, wilayah Mesir dan Laut Merah, terutama sekitar Luxor, juga akan mengalami gerhana total lebih dari enam menit.
Para ilmuwan menggunakan gerhana total sebagai laboratorium alami. Dalam beberapa menit gelap, mereka dapat mempelajari korona Matahari, mengamati gelombang halus, dan meneliti reaksi manusia, tumbuhan, dan hewan terhadap kegelapan tiba-tiba. Sejarah menunjukkan bahwa gerhana juga pernah membantu membuktikan teori Einstein tentang relativitas umum pada tahun 1919.
Bagi masyarakat umum, gerhana total menjadi momen langka untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Saat gelap menyelimuti kota atau pedesaan, orang menengadah ke langit secara bersamaan, ini dapat menjadi pengalaman kolektif yang sangat menarik.
Gerhana total menarik jutaan pengunjung. Contohnya, gerhana di Amerika tahun 2017 menarik 1,8 hingga 7,4 juta orang, mendongkrak ekonomi lokal ratusan juta dolar. Tahun 2026, kota-kota di jalur gerhana diperkirakan akan dipadati pengunjung.
Fenomena ini mengingatkan kita bahwa manusia dari seluruh dunia dapat terhubung hanya dengan melihat bayangan Bulan melintasi Matahari.
Gerhana Matahari total 2026 adalah kesempatan langka untuk menyaksikan keajaiban alam secara langsung. Ssetiap orang bisa merasakan malam di tengah siang, sekaligus menjadi saksi keindahan langit yang memukau.
Sumber: Napizza.uk
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Bagi manusia, gerhana matahari sering menjadi momen yang menakjubkan dan mengundang rasa kagum. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi hewan
Gerhana matahari cincin diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 271 menit dengan waktu maksimum matahari memperlihatkan “cincin api” selama 2 menit 20 detik.
Meskipun menawarkan pemandangan yang memukau, fenomena gerhana matahari cincin 17 Februari medatang secara teknis lebih berbahaya bagi mata.
FENOMENA Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, memiliki kaitan erat dengan penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved