Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL tahun 2025 akan diwarnai fenomena langit yang luar biasa. Di mana enam planet yaitu Mars, Jupiter, Uranus, Neptunus, Venus, dan Saturnus berbaris membentuk lengkungan besar di langit malam. Kejadian ini menjadi momen istimewa bagi para penggemar astronomi.
Parade planet ini akan dimulai pada Januari 2025 dan berlangsung hingga Februari. Berdasarkan informasi dari Farmer's Almanac, puncak waktu pengamatan terbaik terjadi pada malam 21 dan 22 Januari.
Pada saat itu, keenam planet akan tampak sejajar. Mars, Jupiter, Venus, dan Saturnus bisa diamati tanpa alat bantu, sedangkan Uranus dan Neptunus membutuhkan teleskop atau teropong untuk melihatnya dengan jelas.
Pada akhir Februari, parade planet ini semakin unik dengan bergabungnya Merkurius yang menggantikan Saturnus, menciptakan formasi baru di langit.
Dalam istilah astronomi, parade planet atau penyelarasan planet merupakan fenomena ketika sejumlah planet terlihat berkumpul dalam area kecil di langit. Parade mini melibatkan tiga planet, parade kecil mencakup empat planet, sedangkan parade besar terdiri dari lima atau enam planet. Parade lengkap adalah kejadian langka di mana seluruh planet tata surya tampak sejajar.
Fenomena ini terjadi akibat perbedaan kecepatan orbit masing-masing planet di tata surya, yang menciptakan pola penyelarasan seperti yang akan terjadi pada awal 2025.
Pengamatan parade planet ini paling optimal dilakukan setelah matahari terbenam, sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Venus, Saturnus, dan Neptunus hanya terlihat selama beberapa jam sebelum turun ke cakrawala antara pukul 23.30 hingga tengah malam. Sementara itu, Mars, Jupiter, dan Uranus akan tetap terlihat hampir sepanjang malam, sebelum akhirnya menghilang satu per satu menjelang fajar.
Fenomena ini dapat diamati dari berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, dan India. Puncak pengamatan terbaik diperkirakan terjadi pada minggu 29 Januari, ketika bulan baru membuat langit lebih gelap dan planet-planet terlihat lebih jelas.
Parade planet memang terjadi setiap tahun, tetapi tahun 2025 menjadi salah satu yang terbaik karena durasinya yang panjang dan posisi planet yang ideal. Selain itu, fenomena ini lebih mudah disaksikan karena terjadi di malam hari, berbeda dengan parade pada 2024 yang sebagian besar terjadi menjelang fajar.
Parade planet ini menjadi momen berharga untuk menikmati keindahan tata surya. Dengan teleskop atau teropong, fenomena ini dapat menjadi pengalaman luar biasa yang jarang terjadi. Mulailah tahun 2025 dengan menyaksikan parade enam planet yang menakjubkan di langit malam. (chron/wionews/Z-3)
Wahana Curiosity milik NASA menemukan formasi geologi unik berbentuk “jaring laba-laba” di Mars. Fenomena boxwork ini diyakini terbentuk dari aktivitas air purba.
Studi terbaru mengungkap gunung berapi di Mars memiliki sejarah erupsi yang jauh lebih rumit dari dugaan semula, didorong oleh sistem magma yang terus berevolusi.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Update terbaru Jupiter Maret 2026: NASA ungkap Jupiter lebih kecil dan gepeng dari perkiraan. Cek juga jadwal parade planet dan pendekatan komet antarbintang.
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Temuan ini didapat dari pengukuran terbaru menggunakan data radio pesawat ruang angkasa Juno, yang sejak 2016 mengorbit planet terbesar di tata surya tersebut.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah menyebutkan bahwa tanpa kehadiran Jupiter, lingkungan orbit Bumi kemungkinan akan jauh lebih tidak stabil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved