Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ROBOT penjelajah milik NASA, Perseverance, baru saja mencatatkan sejarah baru dalam eksplorasi ruang angkasa. Untuk pertama kalinya, sebuah kendaraan di planet lain berhasil menempuh perjalanan menggunakan rute yang direncanakan sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI), bukan operator manusia.
Dalam uji coba yang berlangsung pada 8 dan 10 Desember, AI berbasis visi menganalisis data medan Martian untuk mengidentifikasi rintangan berbahaya seperti bebatuan tajam dan gundukan pasir. Setelah melalui pengujian ketat pada replika digital (virtual), Perseverance sukses menempuh perjalanan ratusan meter secara otonom di permukaan Mars.
Selama hampir tiga dekade, navigasi robot di Mars bergantung sepenuhnya pada pengemudi manusia di Bumi. Mengingat jarak rata-rata Mars yang mencapai 225 juta kilometer, terdapat penundaan komunikasi yang signifikan, sehingga pengendalian secara real-time mustahil dilakukan. Biasanya, pakar di Bumi harus mempelajari data medan secara manual dan merancang titik jalan (waypoint) yang sangat hati-hati.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan lompatan besar bagi masa depan misi luar angkasa.
"Demonstrasi ini menunjukkan sejauh mana kemampuan kita telah berkembang dan memperluas cara kita menjelajahi dunia lain. Teknologi otonom seperti ini dapat membantu misi beroperasi lebih efisien, merespons medan yang menantang, dan meningkatkan hasil sains seiring bertambahnya jarak dari Bumi."
Uji coba ini dilakukan Jet Propulsion Laboratory (JPL) di California Selatan bekerja sama dengan Anthropic, menggunakan model AI Claude. Sistem ini mempelajari gambar orbit beresolusi tinggi dari kamera HiRISE milik Mars Reconnaissance Orbiter serta model elevasi digital untuk memahami kemiringan medan.
Hasilnya luar biasa. Pada 8 Desember, Perseverance menempuh jarak 210 meter, diikuti perjalanan sejauh 246 meter dua hari kemudian. Vandi Verma, robotika ruang angkasa di JPL, menjelaskan potensi besar teknologi ini:
"Elemen fundamental dari AI generatif menunjukkan banyak harapan dalam merampingkan pilar navigasi otonom untuk mengemudi di luar planet, persepsi, lokalisasi, serta perencanaan dan kontrol."
Keberhasilan navigasi AI ini bukan sekadar soal kemudahan mengemudi. Ini adalah fondasi bagi infrastruktur masa depan untuk keberadaan manusia secara permanen di Bulan, Mars, dan wilayah yang lebih jauh lagi.
Matt Wallace, manajer Exploration Systems Office di JPL, membayangkan masa depan di mana sistem cerdas tidak hanya berada di Bumi, tetapi tertanam langsung pada rover, helikopter, dan drone di lokasi misi. Teknologi ini diharapkan mampu memproses volume data gambar yang sangat besar dan secara mandiri menandai fitur permukaan yang menarik bagi tim sains, sehingga beban kerja operator manusia dapat berkurang drastis. (Science Daily/Z-2)
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Misi ini dirancang oleh NASA sebagai bagian dari program Mars Exploration Rover untuk mengeksplorasi sejarah geologi dan iklim Mars
Mars sejak lama dijuluki Planet Merah. Julukan ini sudah dikenal sejak zaman kuno, ketika berbagai peradaban mengamati langit malam dan melihat Mars bersinar dengan warna kemerahan.
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Rover Perseverance NASA menemukan batu logam kaya besi dan nikel yang diduga meteorit pertama dalam misinya di Mars.
Rover Perseverance NASA mengabadikan batu unik di permukaan Mars yang menyerupai kepala kura-kura.
Rover Perseverance milik NASA menemukan batuan gelap tak biasa yang dijuluki Skull Hill di kawasan Port Anson, Kawah Jezero, Mars.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved