Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Teknologi AI Generatif Resmi Digunakan untuk Navigasi Rover di Mars

Abi Rama
04/2/2026 22:40
Teknologi AI Generatif Resmi Digunakan untuk Navigasi Rover di Mars
Citra tersebut memperlihatkan perbandingan antara jalur perjalanan Perseverance yang direncanakan oleh AI (magenta) dan rute yang benar-benar dilalui rover (oranye), saat berkendara di Kawah Jezero pada 10 Desember 2025. Perjalanan tersebut merupakan demon(Doc NASA)

NASA berhasil mencatatkan tonggak baru dalam eksplorasi antariksa setelah rover Perseverance menyelesaikan perjalanan di Mars dengan rute yang sepenuhnya dirancang oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Uji coba ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah, di mana perencanaan jalur rover Mars dilakukan tanpa campur tangan langsung perencana manusia di Bumi.

Demonstrasi tersebut berlangsung pada 8 dan 10 Desember 2025. Dalam uji ini, AI mampu menganalisis medan Mars yang terjal dan menyusun rute aman secara mandiri, menggantikan proses perencanaan manual yang selama ini memerlukan waktu dan tenaga besar.

Administrator NASA, Jared Isaacman menyebut pencapaian ini sebagai bukti kemajuan signifikan dalam kemampuan eksplorasi luar angkasa. Menurutnya, teknologi otonom akan memainkan peran penting dalam misi masa depan, terutama saat wahana antariksa menjelajah semakin jauh dari Bumi.

Jarak Bumi-Mars Jadi Alasan Penggunaan AI

Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung tidak memungkinkan. Selama puluhan tahun, tim NASA harus merencanakan rute harian secara manual dengan menganalisis citra permukaan dan kondisi rover, lalu menyusun jalur perjalanan menggunakan  waypoint berjarak pendek untuk menghindari bahaya.

Dalam uji coba terbaru ini, tugas tersebut dialihkan ke AI. Sistem kecerdasan buatan menganalisis citra dan data yang sama seperti yang biasa digunakan manusia, termasuk gambar dari kamera Mars Reconnaissance Orbiter serta data kemiringan permukaan hasil pemodelan komputer.

Dari informasi itu, AI mengidentifikasi bebatuan, lereng curam, hingga area berbatu besar, lalu memetakan rute yang dapat dilalui rover dengan aman. Rute yang disusun AI dilengkapi dengan waypoint, yakni titik koordinat permukaan yang harus dicapai rover secara berurutan. 

Diuji Coba Terlebih Dahulu Sebelum Dikirim ke Mars

Selama dua kali uji perjalanan tersebut, Perseverance menempuh jarak hampir 1.500 kaki atau sekitar 456 meter. Meski rute dirancang oleh AI, NASA menjelaskan bahwa seluruh perintah tetap melalui proses pengujian ketat.

Sebelum dikirim ke Mars, instruksi diuji menggunakan “digital twin” Perseverance, yakni model virtual beresolusi tinggi yang mensimulasikan kondisi rover secara detail untuk memastikan keselamatan operasi.

Uji coba ini dipimpin oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California, yang membangun dan mengoperasikan Perseverance, bekerja sama dengan perusahaan AI Anthropic melalui model Claude.

Robotisis antariksa JPL sekaligus anggota tim teknik Perseverance, Vandi Verma, menilai teknologi AI ini menunjukkan potensi besar dalam menyederhanakan sistem navigasi otonom di luar Bumi. Ia mengatakan, ke depan AI dapat membantu rover melakukan perjalanan jarak kilometer dengan beban kerja operator yang jauh lebih ringan.

Selain navigasi, AI juga diharapkan mampu menyaring jutaan citra rover untuk menandai fitur permukaan yang menarik secara ilmiah, sehingga tim peneliti dapat lebih cepat menentukan target pengamatan.

Sumber: Space.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya