Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPLORASI Mars untuk mencari jejak kehidupan di planet merah kini menghadapi tantangan serius dari mikroorganisme asal Bumi. Para ilmuwan memperingatkan, mikroba tersebut dapat mencemari Mars dan mengaburkan bukti kehidupan asli yang pernah ada.
Dilansir dari laman Your Weather, studi yang dipublikasikan Mei tahun ini menemukan 26 spesies mikroorganisme mampu bertahan dalam proses persiapan sebelum peluncuran wahana NASA Phoenix pada 2007. Penemuan ini menegaskan bahwa sterilisasi ketat sebelum peluncuran tidak selalu efektif menghilangkan seluruh mikroba.
Kasus serupa juga terjadi di stasiun luar angkasa Tiangong milik Tiongkok. Pada Maret 2025 melaporkan keberadaan bakteri super tahan yang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem luar angkasa.
Selain bakteri, tardigrade, organisme mikroskopis yang dikenal sangat tangguh jadi kekhawatiran para ilmuan. Organisme ini mampu bertahan dalam kondisi ekstrim seperti radiasi tinggi dan suhu sangat rendah, kondisi yang menyerupai Mars.
Untuk mencegah kontaminasi, ilmuan juga menetapkan wilayah tertentu di Mars sebagai daerah spesial (Special Regions). Menurut Committee on Space Research (COSPAR), wilayah ini memiliki kondisi lingkungan yang memungkinkan mikroba tumbuh, seperti keberadaan air cair sementara dan suhu yang mendukung.
Hingga saat ini, belum ada Special Regions yang dapat diakses secara langsung. Namun, wilayah dengan fenomena Recurring Slope Lineae (RSL) dikelompokkan sebagai Uncertain Regions dan tetap mendapat perlindungan ketat.
Zona ini ditetapkan berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu kemungkinan mikroba Bumi dapat berkembang di sana, adanya air cair sementara, dan kondisi lingkungan mendukung kehidupan. Wilayah tersebut hanya dapat dijelajahi misi yang memenuhi standar kebersihan mikroba tertinggi.
Akibat kebijakan ini, rover Curiosity dan Perseverance hanya diperbolehkan mengamati wilayah tersebut dari jauh tanpa menyentuh atau melintasi. Meski ada desakan untuk melonggarkan aturan demi menekan biaya dan mempercepat eksplorasi Mars, banyak ilmuwan mengingatkan risiko besar yang mengancam bukti kehidupan Mars purba.
Temuan tanda-tanda kehidupan oleh rover Perseverance pun belum bisa dipastikan sepenuhnya karena kemungkinan kontaminasi mikroba Bumi. Para ilmuwan berpendapat, satu-satunya cara memastikan adalah dengan membawa sampel Mars kembali ke Bumi untuk analisis mendalam. (Your Weather/Z-2)
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved