Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ilmuwan Sebut Planet Merkurius tak Seharusnya Ada di Tata Surya

Cornelius Juan Prawira
04/1/2026 22:40
Ilmuwan Sebut Planet Merkurius tak Seharusnya Ada di Tata Surya
Merkurius(Doc Space)

Planet Merkurius telah lama menjadi "tanda tanya" bagi para astronom karena keberadaannya yang dianggap menentang teori pembentukan planet. Berdasarkan laporan BBC Future dan The News, para ilmuwan menyebut Merkurius sebagai anomali kosmik yang "seharusnya tidak ada" di posisinya saat ini. 

Dekat dengan Matahari

Hal ini disebabkan oleh komposisi planet yang sangat tidak biasa dan lokasinya yang terlalu dekat dengan Matahari. Bintang raksasa itu secara teori dianggap terlalu ekstrem bagi planet sekecil itu untuk terbentuk.

Nicola Tosi, seorang ilmuwan planet dari Pusat Kedirgantaraan Jerman (DLR), menyatakan bahwa pembentukan Merkurius adalah "masalah besar" dalam sains planet. Mengutip The News, para astronom bingung bagaimana planet sekecil itu bisa memiliki inti besi raksasa yang mencakup sekitar 85% dari total radiusnya. 

Sebagai perbandingan, inti Bumi hanya mencakup sebagian kecil dari volumenya. Sementara Merkurius, hanya sebuah bola besi raksasa yang dibungkus oleh lapisan batuan tipis.

Terbentuk di Luar Tata Surya

Mengutip BBC Future Prnyataan Sean Raymond, pakar dinamika planet dari Universitas Bordeaux, menunjukkan bahwa kemungkinan ada metode pembentukan yang belum dipahami sepenuhnya. Karakteristik itu memicu spekulasi bahwa Merkurius mungkin terbentuk di tempat lain di Tata Surya sebelum akhirnya berpindah ke posisinya yang sekarang. Planet ini bisa juga merupakan  sisa-sisa dari tabrakan besar purba yang menghancurkan lapisan batuan luarnya.

Mengacu pada data resmi NASA Science, Merkurius merupakan planet terkecil di Tata Surya ini tidak memiliki atmosfer, hanya sebuah lapisan  atmosfer tipis yang terdiri dari oksigen, natrium, hidrogen, helium, dan kalium. 

Tanpa atmosfer untuk menahan panas, suhu permukaannya berubah secara drastis: mencapai 430 derajat Celsius di siang hari dan anjlok hingga -180 derajat Celsius di malam hari. 

Tentang Merkurius

Planet ini adalah yang tercepat di Tata Surya, mengelilingi Matahari hanya dalam waktu 88 hari Bumi. Namun, rotasinya sangat lambat. Merkurius membutuhkan 59 hari Bumi untuk satu kali putaran pada porosnya. 

Uniknya, planet ini berputar tiga kali pada porosnya untuk setiap dua kali ia mengelilingi Matahari.Meskipun jaraknya paling dekat dengan Matahari, Merkurius bukanlah planet terpanas (gelar tersebut dipegang oleh Venus karena efek rumah kaca). 

Sumber: BBC Future, The News International, NASA Science.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya