Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan mengungkap keberadaan struktur kosmik berupa saluran plasma raksasa yang menghubungkan Tata Surya dengan wilayah antarbintang di sekitarnya. Fenomena ini kerap dianalogikan sebagai “wormhole” kosmik, bukan dalam arti lubang waktu seperti fiksi ilmiah, melainkan sebagai jalur magnetik dan plasma yang memungkinkan pertukaran energi serta partikel antara Matahari dan lingkungan galaksi terdekat.
Penelitian ini berangkat dari analisis data satelit pengamat angin matahari dan medan magnet antarbintang. Salah satunya adalah data dari misi Voyager 1 dan Voyager 2 yang telah melintasi batas heliosfer, wilayah pelindung Tata Surya yang dibentuk angin Matahari. Pengukuran menunjukkan adanya struktur memanjang menyerupai tabung plasma dengan panjang ratusan hingga ribuan satuan astronomi, yang tersambung dengan medan magnet lokal galaksi.
Saluran plasma ini terbentuk akibat interaksi kompleks antara angin Matahari yang bermuatan listrik dengan medium antarbintang. Ketika tekanan angin Matahari bertemu dengan tekanan plasma galaksi, terbentuklah zona peralihan yang tidak sepenuhnya tertutup. Di wilayah inilah medan magnet dapat tersusun membentuk jalur stabil yang memfasilitasi aliran partikel berenergi tinggi, seperti sinar kosmik.
Menurut simulasi magnetohidrodinamika tiga dimensi, struktur semacam ini dapat bertahan selama jutaan tahun. Studi tersebut memperkirakan diameter saluran plasma mencapai puluhan satuan astronomi, dengan kepadatan partikel yang lebih tinggi dibandingkan ruang antarbintang di sekitarnya. Jalur ini berpotensi menjadi “jalan tol kosmik” bagi partikel bermuatan, memungkinkan sinar kosmik dari bintang lain mencapai Tata Surya dengan pola yang lebih terarah.
Penemuan ini memiliki implikasi penting bagi pemahaman perlindungan alami Bumi dari radiasi kosmik. Jika saluran plasma ini berubah bentuk akibat aktivitas Matahari atau gangguan galaksi, intensitas radiasi yang masuk ke Tata Surya bagian dalam dapat ikut berubah. Hal ini juga membantu menjelaskan variasi sinar kosmik yang terdeteksi instrumen di orbit Bumi selama beberapa dekade terakhir.
Para peneliti menekankan istilah wormhole digunakan semata sebagai analogi visual. Struktur ini tidak memungkinkan perjalanan instan antarbintang, namun keberadaannya membuka wawasan baru tentang bagaimana Tata Surya terhubung secara dinamis dengan lingkungan galaksi yang lebih luas. Penelitian lanjutan dengan misi antariksa generasi baru diharapkan dapat memetakan saluran plasma ini secara lebih rinci. (NASA/Journal of Geophysical Research: Space Physics/Astrophysical Journal Letter/European Space Agency (ESA)/Z-2)
Wahana Voyager NASA mengungkap wilayah ekstrem di heliopause, batas Tata Surya dengan ruang antarbintang, dengan suhu mencapai 50.000 kelvin.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Berbeda dengan Bumi yang solid, Matahari berotasi dengan kecepatan yang bervariasi tergantung letak dan kedalamannya.
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved