Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan mengungkap keberadaan struktur kosmik berupa saluran plasma raksasa yang menghubungkan Tata Surya dengan wilayah antarbintang di sekitarnya. Fenomena ini kerap dianalogikan sebagai “wormhole” kosmik, bukan dalam arti lubang waktu seperti fiksi ilmiah, melainkan sebagai jalur magnetik dan plasma yang memungkinkan pertukaran energi serta partikel antara Matahari dan lingkungan galaksi terdekat.
Penelitian ini berangkat dari analisis data satelit pengamat angin matahari dan medan magnet antarbintang. Salah satunya adalah data dari misi Voyager 1 dan Voyager 2 yang telah melintasi batas heliosfer, wilayah pelindung Tata Surya yang dibentuk angin Matahari. Pengukuran menunjukkan adanya struktur memanjang menyerupai tabung plasma dengan panjang ratusan hingga ribuan satuan astronomi, yang tersambung dengan medan magnet lokal galaksi.
Saluran plasma ini terbentuk akibat interaksi kompleks antara angin Matahari yang bermuatan listrik dengan medium antarbintang. Ketika tekanan angin Matahari bertemu dengan tekanan plasma galaksi, terbentuklah zona peralihan yang tidak sepenuhnya tertutup. Di wilayah inilah medan magnet dapat tersusun membentuk jalur stabil yang memfasilitasi aliran partikel berenergi tinggi, seperti sinar kosmik.
Menurut simulasi magnetohidrodinamika tiga dimensi, struktur semacam ini dapat bertahan selama jutaan tahun. Studi tersebut memperkirakan diameter saluran plasma mencapai puluhan satuan astronomi, dengan kepadatan partikel yang lebih tinggi dibandingkan ruang antarbintang di sekitarnya. Jalur ini berpotensi menjadi “jalan tol kosmik” bagi partikel bermuatan, memungkinkan sinar kosmik dari bintang lain mencapai Tata Surya dengan pola yang lebih terarah.
Penemuan ini memiliki implikasi penting bagi pemahaman perlindungan alami Bumi dari radiasi kosmik. Jika saluran plasma ini berubah bentuk akibat aktivitas Matahari atau gangguan galaksi, intensitas radiasi yang masuk ke Tata Surya bagian dalam dapat ikut berubah. Hal ini juga membantu menjelaskan variasi sinar kosmik yang terdeteksi instrumen di orbit Bumi selama beberapa dekade terakhir.
Para peneliti menekankan istilah wormhole digunakan semata sebagai analogi visual. Struktur ini tidak memungkinkan perjalanan instan antarbintang, namun keberadaannya membuka wawasan baru tentang bagaimana Tata Surya terhubung secara dinamis dengan lingkungan galaksi yang lebih luas. Penelitian lanjutan dengan misi antariksa generasi baru diharapkan dapat memetakan saluran plasma ini secara lebih rinci. (NASA/Journal of Geophysical Research: Space Physics/Astrophysical Journal Letter/European Space Agency (ESA)/Z-2)
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved