Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

8 Cara Alami Turunkan Risiko Kanker Payudara

N Apuan Iskandar
17/2/2026 12:12
8 Cara Alami Turunkan Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi(freepik)

KANKER payudara masih menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan secara global. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan lebih dari 2,3 juta kasus baru terdiagnosis setiap tahun di dunia. 

Di Indonesia, beban penyakit ini juga signifikan. Berdasarkan laporan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020 yang dikelola International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker payudara menjadi penyumbang kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia.

8 Lankah Turunkan Risiko kanker Payudara

Meski faktor genetik berperan, para ahli menegaskan gaya hidup memiliki kontribusi besar terhadap risiko. Berikut delapan langkah alami yang direkomendasikan berbagai lembaga kesehatan untuk membantu menurunkan risiko kanker payudara.

1. Menjaga berat badan ideal

Kelebihan lemak tubuh, terutama setelah menopause, dikaitkan dengan peningkatan kadar estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker payudara.

2. Rutin berolahraga

Menurut American Cancer Society, aktivitas fisik 150–300 menit per minggu intensitas sedang dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara melalui pengaturan hormon dan sistem imun.

3. Membatasi konsumsi alkohol

WHO menyatakan tidak ada batas aman konsumsi alkohol terkait risiko kanker. Bahkan konsumsi dalam jumlah kecil tetap meningkatkan risiko.

4. Menerapkan pola makan berbasis nabati

Diet kaya sayur, buah, biji-bijian utuh, serta rendah lemak jenuh berkontribusi pada pengendalian berat badan dan peradangan kronis.

5. Menyusui jika memungkinkan

IARC mencatat bahwa menyusui memberikan efek protektif karena menekan paparan hormon tertentu dan membantu diferensiasi sel payudara.

6. Menghindari paparan rokok

Sejumlah studi epidemiologis menunjukkan hubungan antara paparan tembakau dan peningkatan risiko kanker payudara, khususnya pada perempuan pramenopause.

7. Membatasi terapi hormon pascamenopause

Penggunaan terapi kombinasi estrogen-progesteron dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko.

8. Deteksi dini secara rutin

Pemeriksaan payudara sendiri, pemeriksaan klinis, dan skrining mammografi sesuai usia dan faktor risiko dapat meningkatkan peluang temuan dini dan keberhasilan terapi.

Langkah-langkah ini tidak menjamin pencegahan total, namun bukti ilmiah menunjukkan modifikasi gaya hidup dapat menurunkan risiko secara bermakna. Upaya preventif berbasis kebiasaan sehari-hari menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan. (World Health Organization (WHO)/International Agency for Research on Cancer (IARC)/American Cancer Society (ACS)/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik