Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara masih menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan secara global. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan lebih dari 2,3 juta kasus baru terdiagnosis setiap tahun di dunia.
Di Indonesia, beban penyakit ini juga signifikan. Berdasarkan laporan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020 yang dikelola International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker payudara menjadi penyumbang kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia.
Meski faktor genetik berperan, para ahli menegaskan gaya hidup memiliki kontribusi besar terhadap risiko. Berikut delapan langkah alami yang direkomendasikan berbagai lembaga kesehatan untuk membantu menurunkan risiko kanker payudara.
Kelebihan lemak tubuh, terutama setelah menopause, dikaitkan dengan peningkatan kadar estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker payudara.
Menurut American Cancer Society, aktivitas fisik 150–300 menit per minggu intensitas sedang dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara melalui pengaturan hormon dan sistem imun.
WHO menyatakan tidak ada batas aman konsumsi alkohol terkait risiko kanker. Bahkan konsumsi dalam jumlah kecil tetap meningkatkan risiko.
Diet kaya sayur, buah, biji-bijian utuh, serta rendah lemak jenuh berkontribusi pada pengendalian berat badan dan peradangan kronis.
IARC mencatat bahwa menyusui memberikan efek protektif karena menekan paparan hormon tertentu dan membantu diferensiasi sel payudara.
Sejumlah studi epidemiologis menunjukkan hubungan antara paparan tembakau dan peningkatan risiko kanker payudara, khususnya pada perempuan pramenopause.
Penggunaan terapi kombinasi estrogen-progesteron dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko.
Pemeriksaan payudara sendiri, pemeriksaan klinis, dan skrining mammografi sesuai usia dan faktor risiko dapat meningkatkan peluang temuan dini dan keberhasilan terapi.
Langkah-langkah ini tidak menjamin pencegahan total, namun bukti ilmiah menunjukkan modifikasi gaya hidup dapat menurunkan risiko secara bermakna. Upaya preventif berbasis kebiasaan sehari-hari menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan perempuan. (World Health Organization (WHO)/International Agency for Research on Cancer (IARC)/American Cancer Society (ACS)/Z-2)
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Salah satu penyakit berbahaya yang mengintai saat menerapkan pola hidup tidak sehat dan tidak mengelola stres dengan baik adalah kanker payudara.
Penggunaan steroid untuk gym bisa ganggu hormon dan tingkatkan risiko kanker payudara. Ketahui fakta medis dan riset terkini di sini!
Studi Cleveland Clinic menemukan 5% orang Amerika atau sekitar 17 juta orang memiliki mutasi genetik berisiko kanker, termasuk gen BRCA1 dan BRCA2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved