Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Menkes Ajak Perempuan Indonesia Deteksi Dini Kanker dengan CKG

M Iqbal Al Machmudi
04/2/2026 20:10
Menkes Ajak Perempuan Indonesia Deteksi Dini Kanker dengan CKG
Menteri Kesehetan Budi Gunadi Sadikin.(Dok. Antara)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka deteksi dini menekan kasus kanker payudara.

Budi mengungkapkan, pemerintah memiliki target besar untuk melakukan pemeriksaan terhadap 40 juta perempuan Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Namun, tantangan besar masih membayangi realisasi target tersebut.

"Tahun lalu, target kita sebenarnya 40 juta wanita, tapi pencapaiannya baru 4 juta. Baru 10% yang datang ke puskesmas untuk skrining. Kita punya banyak PR untuk mengedukasi ibu, tante, dan saudara-saudara kita," kata Budi di Jakarta, Rabu (4/2).

Budi memaparkan dari 4 juta perempuan yang diperiksa tahun lalu, sekitar 400 ribu di antaranya memerlukan tindak lanjut menggunakan USG.

"Dari proses itu, kita menemukan 1.700 kasus potensial yang kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mammografi dan biopsi. Meski belum sempurna, setidaknya kita menyelamatkan 1.700 perempuan Indonesia yang memiliki peluang hidup lebih lama dibandingkan jika mereka tidak melakukan skrining," tegasnya.

Budi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut menghadapi diagnosis kanker. Menurutnya, kanker payudara adalah penyakit yang dapat diobati jika ditemukan pada stadium awal. Untuk tahun ini, Kemenkes menaikkan target pemeriksaan secara bertahap.

"Kalau tahun lalu yang tersaring 4 juta, tahun ini saya targetkan bisa mencapai 5 juta hingga 10 juta perempuan. Jangan takut, yang penting adalah deteksi dini," imbuhnya.

Kesiapan Infrastruktur Pengobatan

Selain fokus pada pencegahan, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur penanganan kanker di hilir. Budi menjamin bahwa fasilitas kemoterapi, layanan imunohistokimia, hingga kapabilitas onkologi payudara kini telah disiapkan di 514 kabupaten/kota.

"Layanan radioterapi juga terus kita sebar. Namun, saya tegaskan kembali, deteksi dini adalah keharusan (a must). Datanglah ke Puskesmas setiap tahun untuk skrining kesehatan," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya