Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

KLB Campak Merebak di 24 Wilayah, Pentingnya Imunisasi

Media Indonesia
05/3/2026 16:36
KLB Campak Merebak di 24 Wilayah, Pentingnya Imunisasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait perkembangan capaian dan rencana ke depan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.)

KEJADIAN luar biasa atau KLB campak merebak di sejumlah wilayah Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya imunisasi untuk mencegah penularan serta komplikasi akibat campak terutama pada anak-anak.

"Salah satu instrumen yang paling penting adalah imunisasi," ujar Menkes di Jakarta, Kamis (5/3).

Vaksinasi campak, menurut Menkes, merupakan cara paling efektif untuk menekan penularan campak. Ia mengimbau para orangtua untuk memberikan imunisasi campak pada anak-anak mereka.

Penyakit campak mudah menular dan dapat menyebabkan komplikasi terhadap kelompok rentan yakni balita. Potensi risiko ketika anak di bawah lima tahun terinfeksi campak karena dapat berakibat fatal.

"Enggan imunisasi akibatnya anaknya tidak terproteksi, dia kena dia menularkan ke yang lain. Jadi perlu diingat yang imunisasi bukan hanya buat anaknya sendiri, tapi juga buat lingkungan dan teman-temannya," kata Menkes.

Berdasarkan data Kemenkes  jumlah suspek campak tahun 2025 tercatat sebanyak 63.769 suspek dengan 67 kematian. Pada tahun 2026, jumlah suspek campak tercatat sebanyak 8.810 suspek dengan 5 kematian.

Menurut data itu, 67 persen dari kasus konfirmasi campak tidak memiliki riwayat imunisasi. 

Adapun KLB campak pada 2025, dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Pada 2026, jumlahnya menurun. KLB campak terjadi di 24 kabupaten/kota. Ada sejumlah kota dan kabupaten yang mengalami KLB campak berulang yakni yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya