Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua akan pentingnya mengikuti imunisasi untuk mengatasi masalah penyakit campak pada usia anak-anak.
"Tidak hanya campak tapi pertusis, gondongan, rubella, cacar, difteri, polio dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, ini dapat
menurun 97% sampai 100%. Ini adalah bukti yang tidak dapat dibantahkan," kata Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Hartono
Gunardi, Sp.A (K), dikutip Kamis (16/10).
Hartono menekankan bahwa imunisasi memiliki lebih banyak manfaat dibandingkan dengan efek sampingnya yang kemungkinan hanya berupa demam ringan dan tidak berlangsung lama maupun sedikit rasa nyeri pada area yang disuntik.
Dengan mendapatkan imunisasi, anak dapat terhindar dari berbagai komplikasi berat berupa diare yang berkepanjangan, gangguan pernapasan serius sampai dengan terkena radang otak.
Imunisasi, katanya, juga bisa menekan angka kesakitan yang menyebabkanIndonesia masuk ke dalam daftar 10 negara dengan kasus campak tertinggi di dunia.
"Jadi, karena itu, kita perlu mengingatkan para orangtua bahwa imunisasi ini perlu diberikan," ucap dia.
Hartono mengatakan orangtua tidak boleh termakan hoaks atau kabar bohong yang disebarkan oknum tidak bertanggung jawab, seperti vaksin yang berisi kandungan berbahaya. Sebab, proses pembuatan hingga peredaran vaksin selalu dipantau dengan ketat oleh pemerintah.
Tidak hanya itu, keefektifan vaksin juga sudah teruji dari berbagai kasus-kasus seluruh dunia.
Dalam kesempatan itu, Hartono mencontohkan bahwa pemberian vaksin campak di Amerika Serikat (AS) pada 1964 membuat kasus kejadian luar biasa (KLB) menurun drastis.
Berdasarkan data yang ia beberkan, kasus di AS menurun drastis dari yang semula mencapai 400 ribuan, turun hingga kurang dari angka 100 ribu. Meski demikian, masih terdapat ledakan peningkatan kasus campak ketika dosis pertama diberikan.
Oleh karenanya, vaksin campak diberikan sebanyak dua kali sehingga tidak terjadi lagi KLB.
"Ini merupakan bukti bahwa imunisasi ini harus dilakukan dengan ganda. Jadi itu di Amerika dan ini adalah tingkat global, tingkat dunia. Dengan imunisasi campak bisa menurun drastis," ucap dia.
Sementara di Indonesia, belakangan Kabupaten Sumenep di Pulau Madura melaporkan telah terjadi KLB campak dengan lebih dari 2 ribu kasus suspek dan 17 anak meninggal dunia.
Ketidakpercayaan orangtua terhadap vaksin menjadi salah satu penyebab munculnya banyak kasus di daerah tersebut.
Dengan demikian, Hartono mengajak orangtua untuk datang ke fasilitas kesehatan guna mengikutkan anak-anak dalam program vaksinasi, yang memberikan proteksi serta meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit. (Ant/Z-1)
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Campak adalah penyakit menular pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus.
Pemerintah Kota Cilegon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan setelah 31 kasus positif ditemukan dalam sepekan terakhir.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved