Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

RI Perkuat Imunisasi Nasional usai Temuan Kasus Campak WNA Australia

Putri Rosmalia Octaviyani
24/2/2026 22:35
RI Perkuat Imunisasi Nasional usai Temuan Kasus Campak WNA Australia
Ilustrasi, penyakit campak.(Dok. Freepik)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memperkuat langkah penguatan surveilans dan mengintensifkan imunisasi campak tambahan di berbagai wilayah. Langkah ini diambil merespons notifikasi dari otoritas kesehatan Australia terkait temuan dua kasus campak pada Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia pada Februari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, dr. Andi Saguni, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme International Health Regulation (IHR) dan segera melakukan mitigasi strategis terkait kasus campak.

“Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi,” ujar Andi Saguni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Detail Dua Kasus WNA Australia

Berdasarkan data yang diverifikasi oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes, terdapat dua kasus berbeda yang menjadi perhatian:

  • Kasus Pertama: Seorang perempuan berusia 18 tahun yang melakukan perjalanan Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026. Meskipun memiliki riwayat vaksinasi lengkap, ia menunjukkan gejala ruam setibanya di Australia dan dinyatakan positif via PCR.
  • Kasus Kedua: Anak perempuan berusia 6 tahun tanpa riwayat imunisasi yang menempuh rute Jakarta–Sydney pada pertengahan Februari.

Kedua pasien dilaporkan sempat berkunjung ke wilayah Bandung, Jawa Barat, sebelum bertolak kembali ke Australia.

Data Kasus Nasional 2026

Kemenkes mencatat tren kasus campak masih memerlukan kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data terbaru:

Periode Jumlah Kasus Terkonfirmasi
Tahun 2025 (Total) 11.094 Kasus
Januari - Februari 2026 550 Kasus

Meskipun angka kasus menunjukkan peningkatan dibandingkan awal tahun lalu, Andi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan secara aktif melalui sistem surveilans di setiap pintu masuk negara dan fasilitas kesehatan.

Masyarakat diminta segera melengkapi status imunisasi campak (vaksin MMR) bagi anak-anak sesuai jadwal. Jika ditemukan gejala demam tinggi disertai ruam merah, segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat dan batasi kontak fisik untuk mencegah penularan.

Pemerintah juga menyiagakan rumah sakit di wilayah Jawa Barat untuk mengantisipasi potensi penularan lokal. Investigasi epidemiologi masih berlangsung guna memastikan tidak ada klaster baru yang muncul akibat kontak erat dengan kedua WNA tersebut. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya