Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Waspada, Campak masih Mengintai Anak Usia Balita

N Apuan Iskandar
12/3/2026 12:42
Waspada, Campak masih Mengintai Anak Usia Balita
Ilustrasi(Freepik)

Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak usia balita. Penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus ini dapat menyebar sangat cepat melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Balita termasuk kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya.

Menurut World Health Organization (WHO), campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia. Virusnya dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Kondisi tersebut membuat penularan mudah terjadi, terutama di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti rumah tangga, tempat penitipan anak, maupun fasilitas kesehatan.

Gejala Campak pada Balita yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, balita dapat mengalami demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah atau berair. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai infeksi saluran pernapasan biasa.

Beberapa hari kemudian, ruam merah mulai muncul dari area wajah dan perlahan menyebar ke seluruh tubuh. Selain ruam, terdapat tanda khas yang sering digunakan dokter untuk mengenali campak, yaitu bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di bagian dalam pipi yang dikenal sebagai Koplik spots. Tanda ini biasanya muncul sebelum ruam kulit terlihat dan menjadi indikator penting dalam diagnosis awal.

Risiko Komplikasi Campak pada Anak

Meski sering dianggap sebagai penyakit umum pada anak, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada balita. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi pneumonia, infeksi telinga, diare berat, hingga radang otak atau ensefalitis.

Dalam kasus tertentu, infeksi campak juga dapat berujung pada kematian, terutama pada anak dengan gizi buruk atau sistem imun yang lemah. Risiko inilah yang membuat campak tetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan anak secara global.

Data WHO menunjukkan bahwa pada 2022 terdapat sekitar 9 juta kasus campak di seluruh dunia dengan lebih dari 120 ribu kematian. Sebagian besar korban merupakan anak di bawah usia lima tahun, menandakan penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai negara.

Vaksinasi Jadi Perlindungan Utama dari Campak

Vaksinasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MMR yang juga melindungi dari gondongan dan rubella. Imunisasi dasar pada anak terbukti mampu menurunkan risiko infeksi secara signifikan sekaligus melindungi kelompok masyarakat yang rentan melalui kekebalan kelompok.

Tenaga kesehatan mengingatkan orang tua untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila balita mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek, dan ruam pada kulit. Deteksi dini serta penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Sumber: World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), UNICEF



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya