Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit campak kembali menjadi sorotan tajam di Indonesia pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-7 tahun 2026, tercatat lebih dari 8.224 kasus suspek campak dengan 4 kematian yang dilaporkan. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit "ruam biasa" pada masa kanak-kanak, campak atau rubeola adalah salah satu penyakit paling menular di dunia yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan serius.
Bahaya utama campak bukan terletak pada ruam merahnya, melainkan pada kemampuannya melumpuhkan sistem kekebalan tubuh. Virus Morbillivirus menyerang sel-sel imun, menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai "amnesia imun". Hal ini membuat penderita sangat rentan terhadap infeksi bakteri dan virus lain bahkan setelah gejala campaknya hilang.
Mengingat lonjakan kasus di beberapa provinsi, masyarakat diimbau mengenali fase gejala berikut:
Hingga saat ini, tidak ada obat medis khusus untuk membunuh virus campak. Pengobatan bersifat suportif untuk meredakan gejala. Pencegahan tetap menjadi kunci utama melalui:
Ya, orang dewasa yang belum memiliki kekebalan (belum divaksin atau belum pernah sakit campak) dapat tertular dengan risiko komplikasi yang lebih berat.
Vaksin MR/MMR telah dinyatakan aman oleh WHO dan Kemenkes RI. Manfaat perlindungannya jauh lebih besar daripada risiko efek samping ringan yang mungkin muncul.
Virus menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin, serta dapat bertahan di udara selama 2 jam.
| ✔️ Segera ke RS jika demam >39°C tidak turun. |
| ✔️ Berikan asupan cairan ekstra (ASI/Air Putih/Oralit). |
| ✔️ Berikan kapsul Vitamin A sesuai anjuran tenaga medis. |
| ✔️ Gunakan masker dan jaga kebersihan tangan. |
Penyakit ini disebabkan virus yang menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, atau benda yang terkontaminasi virus.
Cakupan imunisasi campak dan rubela (MR) rendahdi 2022, Kemenkes temukan 469 anak bergejala campak dan rubela di Papua Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved