Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang menganggap penyakit seperti campak, rubella, dan infeksi Human Papillomavirus (HPV) sudah tidak menjadi ancaman. Padahal, penyakit menular ini masih ada dan bisa menimbulkan komplikasi serius, jika tidak ditangani dengan tepat.
Campak dan rubella sangat menular, sedangkan HPV merupakan penyebab utama kanker leher rahim pada perempuan. Campak adalah penyakit yang sering membuat orang tua khawatir, karena penyebarannya yang cepat, terutama pada anak-anak.
Penyakit ini disebabkan virus yang menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, atau benda yang terkontaminasi virus.
Sedangkan rubella, atau “Campak Jerman,” disebabkan oleh virus rubella yang memengaruhi kulit dan kelenjar getah bening. Penularannya juga melalui udara saat penderita batuk atau bersin, dan bisa menular dari ibu ke janin. Pada anak, gejala rubella biasanya relatif ringan.
Berbeda dengan campak dan rubella yang menyebar lewat udara, HPV ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit, atau hubungan seksual dengan penderita. Virus ini dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit dan berpotensi memicu kanker serviks.
Infeksi ini bisa ditandai dengan munculnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, termasuk lengan, tungkai, mulut maupun area kelamin. Meski sebagian besar infeks HPV tidak menimbulkan gejala, sekitar 70 persen kasus kanker serviks di dunia, disebabkan oleh virus ini.
Sama seperti HPV, campak dan rubella juga termasuk penyakit menular yang perlu dicegah sejak dini. Imunisasi MR (Measles, Rubella) menjadi langkah penting. Selain itu, menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang sakit, turut membantu mencegah penularan.
Imunisasi MR dianjurkan diberikan saat anak berusia 9-12 bulan, dengan booster pada usia 18 bulan dan saat kelas 1 SD (5-6 tahun), agar perlindungan terhadap campak dan rubella lebih optimal.
Selain imunisasi MR yang penting untuk mencegah campak dan rubella pada anak, remaja perempuan juga perlu dilindungi dari penyakit menular lain yang berisiko tinggi, yaitu infeksi HPV.
Vaksin HPV diberikan untuk melindungi perempuan, dari infeksi Human Papillomavirus. Namun, pemberian vaksin saja tidak cukup, perlu edukasi perilaku sehat, informasi skrining, diagnosis, dan tata laksana penyakit agar penaganannya lebih efektif.
Untuk menurunkan angka kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk per tahun pada 2030, sasaran utama program ini adalah anak perempuan berusia 9-14 tahun. Cakupan vaksinasi yang luas menjadi kunci keberhasilan, sekaligus melindungi generasi mendatang dari risiko masalah kesehatan serius.
Pentingnya mengikuti imunisasi MR dan vaksin HPV secara tepat, agar anak-anak dan remaja perempuan, mendapatkan perlindungan yang optimal dari penyakit menular ini. Pencegahan sejak dini, tidak hanya untuk menjaga kesehatan mereka di masa ini. Namun juga untuk generasi yang lebih sehat di masa yang akan datang.
Sumber: Ayo Sehat, Alodokter
Seorang pria dijuluki tree man atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) paling umum di dunia. Baik pria maupun wanita dapat terinfeksi, termasuk remaja
Vaksin HPV yang selama ini dikenal sebagai perlindungan utama terhadap kanker serviks pada perempuan, kini direkomendasikan juga untuk anak laki-lak
Ketahui kapan waktu terbaik untuk pemberian vaksin HPV agar perlindungan terhadap kanker serviks maksimal. Simak panduan lengkap jadwal dan dosisnya
Bolehkah ibu hamil mendapat vaksin HPV? Simak penjelasan medis lengkap soal keamanan, anjuran, dan waktu terbaik vaksinasi untuk perlindungan optimal.
ORANTUA diharapkan agar tetap mewaspadai ruam pada anak karena itu merupakan salah satu gejala dari campak/rubella
Campak, atau dikenal juga sebagai rubeola, adalah infeksi virus yang sangat menular, terutama pada anak-anak.
Sekitar 80% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Operasi menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan penglihatan pasien.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan bahwa 65% penyandang disabilitas di dunia disebabkan oleh faktor gangguan pendengaran.
Kemenkes mengatakan bahwa vaksinasi adalah tindakan preventif, oleh sebab itu orangtua diharapkan memberikan vaksin secara bertahap kepada anak sehingga anak-anak tumbuh sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved