Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada Lonjakan Kasus Campak di Indonesia: Kenali Gejala, Risiko, dan Pentingnya Vaksinasi

Media Indonesia
19/3/2026 11:04
Waspada Lonjakan Kasus Campak di Indonesia: Kenali Gejala, Risiko, dan Pentingnya Vaksinasi
RS Lavalette(Dok freepik )

PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian. Tren ini berlanjut hingga minggu ketujuh tahun 2026, di mana telah ditemukan 572 kasus dengan 4 korban jiwa.

Menanggapi situasi ini, Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, Dr. dr. Regina Satya Wiraharja, M.Sc., menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama saat interaksi sosial meningkat seperti pada momen hari raya.

Apa Itu Campak dan Bagaimana Penularannya

Campak adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae. Virus ini sangat mudah menyebar melalui percikan ludah (droplet) atau ingus penderita saat mereka bernapas, batuk, atau bersin.

"Setelah masuk ke tubuh, virus akan berkembang biak dan menyebar melalui saluran getah bening, limpa, hati, dan saluran pernapasan," jelas dr. Regina.

Virus ini juga dikenal tangguh karena mampu bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa jam.

Mengenali Tahapan Gejala

Masa inkubasi campak umumnya berlangsung 8 hingga 14 hari. Gejala muncul dalam beberapa fase yang perlu diwaspadai:

* Tahap Awal (2–7 Hari): Demam tinggi, badan lemas, pilek, batuk, serta mata merah yang sensitif terhadap cahaya. Seringkali muncul bintik putih kecil di dalam pipi yang disebut Koplik spots.

* Tahap Ruam (Hari ke-4 hingga ke-14): Muncul ruam kemerahan mulai dari area telinga atau wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam 6–7 hari. Fase ini biasanya dibarengi demam yang tetap tinggi.

* Tahap Penyembuhan: Demam mereda dalam 3–4 hari. Ruam akan berubah warna menjadi kecokelatan dan menghilang bertahap dalam waktu 7–10 hari.

Komplikasi Serius yang Mengancam Jiwa

Meski sering dianggap penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri, campak dapat memicu komplikasi fatal jika menyerang kelompok rentan, seperti:

* Balita dan Bayi: Terutama yang belum cukup umur untuk divaksin.

* Individu Imunokompromais: Penderita HIV/AIDS, kanker, atau gizi buruk (kekurangan Vitamin A).

* Ibu Hamil: Berisiko mengalami keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi radang paru (pneumonia), diare berat yang memicu dehidrasi, infeksi telinga tengah, hingga peradangan otak (ensefalitis).

Langkah Pencegahan: Vaksinasi dan Pola Hidup Sehat

Dr. Regina menegaskan bahwa vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan. Di Indonesia, rekomendasi pemberian vaksin campak pada anak dilakukan sebanyak tiga kali:

* Usia 9 bulan

* Usia 2 tahun

* Usia 5 sampai 6 tahun

Selain imunisasi, penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi benteng pertahanan tambahan. Hal ini mencakup rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk/bersin, menggunakan masker saat sakit, konsumsi gizi seimbang, dan rutin berolahraga.

"Apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan dan batasi kontak dengan orang lain," pesan dr. Regina. (Muhammad Ghifari A/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik