Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada KLB, Dinkes Kabupaten Tangerang Pantau Gejala Mirip Campak di Puskesmas

Media Indonesia
18/3/2026 09:07
Waspada KLB, Dinkes Kabupaten Tangerang Pantau Gejala Mirip Campak di Puskesmas
Ilustrasi(Freepik.com)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa hingga pertengahan Maret 2026, wilayah tersebut masih mencatatkan nol kasus atau zero case penyakit campak. Keberhasilan ini diklaim sebagai dampak positif dari masifnya program imunisasi rutin dan kesadaran masyarakat yang meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa seluruh laporan dari 44 Puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang menunjukkan hasil negatif terhadap infeksi virus campak sepanjang tahun berjalan.

Penguatan Surveilans di Tingkat Puskesmas

Meski belum ditemukan kasus terkonfirmasi, Dinkes Kabupaten Tangerang menginstruksikan jajaran tenaga kesehatan untuk tidak lengah. Petugas surveilans di tingkat desa dan kecamatan tetap diwajibkan melaporkan setiap temuan warga, terutama anak-anak, yang mengalami gejala klinis mirip campak.

"Kami terus melakukan pemantauan ketat. Jika ada laporan gejala yang mengarah ke campak, seperti demam tinggi disertai ruam, tim medis langsung melakukan pengambilan sampel laboratorium untuk deteksi dini," ujar perwakilan Dinkes Kabupaten Tangerang, Rabu (18/3/2026).

Target Imunisasi MR 2026

Dinkes mengungkapkan bahwa capaian imunisasi Measles Rubella (MR) di Kabupaten Tangerang terus dioptimalkan. Fokus utama saat ini adalah program Imunisasi Kejar untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dalam mendapatkan perlindungan dasar.

Waspadai Gejala Penularan

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap pola penularan campak yang sangat cepat melalui droplet atau saluran pernapasan. Orang tua diminta segera membawa anak ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala berikut:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh.
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis).
  • Munculnya ruam atau bintik kemerahan yang dimulai dari wajah dan leher.

Pihak Dinkes menegaskan bahwa status nol kasus ini hanya bisa dipertahankan jika cakupan imunisasi di komunitas tetap tinggi (herd immunity). "Kami meminta orang tua tidak ragu mendatangi Posyandu. Vaksin MR tersedia gratis dan aman untuk mencegah kecacatan hingga kematian akibat komplikasi campak," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik