Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Orangtua diminta untuk waspada dan melakukan berbagai bentuk pencegahan penularan campak pada anak.
Dokter Spesialis Anak, Meisy Grania Amalinda Salekede mengatakan penyebab utama campak adalah infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Metode penularan campak terjadi melalui droplet (percikan air liur saat batuk atau bersin) serta melalui udara.
"Virus ini bisa bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam, sehingga anak-anak yang berada di ruangan yang sama dengan penderita sangat berisiko tertular jika belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup," kata Meisy, Selasa (10/3).
Gejala campak sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas seperti demam tinggi yang terus menerus. Kasus ini adalah gejala awal yang paling mencolok. Anak akan mengalami demam tinggi terus-menerus di atas 38°C selama kurang lebih 4 hingga 7 hari.
Kemudian muncul batuk, pilek, dan kondisi mata yang memerah (konjungtivitis) serta sensitif terhadap cahaya. Sering kali disertai dengan diare. Setelah beberapa hari demam, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan leher, biasanya diawali dari area belakang telinga. Ruam ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh hingga ke tangan dan kaki.
"Ruam biasanya bertahan selama sekitar 7 hari. Uniknya, saat ruam mulai mereda, warnanya akan berubah menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) sebelum akhirnya mengelupas dan hilang," ujar dia.
Meisy menjelaskan banyak orang menganggap campak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat atau jika kondisi imun anak sangat lemah, campak dapat memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa, antara lain pneumonia atau infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum pada kasus campak.
Kemudian ensefalitis (radang selaput otak), komplikasi ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Selain itu, juga bisa menyebabkan diare berat berujung dehidrasi akut pada balita.
"Hingga kematian, jika tidak ditangani, campak dapat menyebabkan gagal organ yang berujung pada kematian," pungkasnya. (H-3)
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
PAPDI menegaskan campak bukan penyakit baru dan berbeda dari rubella maupun covid-19. Kenali gejala khas, risiko komplikasi, dan pentingnya deteksi dini.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi terhadap Rumah Sakit (RS) wahana internship setelah tiga dokter muda yang berstatus magang meninggal dunia
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menetapkan 3 daerah yakni Cilacap, Klaten, dan Pati Kejadian Luar Biasa atau KLB campak. Sedangkan 2 daerah lainnya Brebes dan Kudus berstatus Suspek Campak.
Sejak bulan Januari hingga Maret terdapat 100 kasus suspek dan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 30 orang positif campak.
Pemkab Jember gelar imunisasi massal (ORI) campak di Bintoro untuk cegah penularan dan kejar target herd immunity di tengah ancaman KLB 2026.
Dinkes Bali siagakan layanan vaksinasi campak 24 jam di posko mudik Pelabuhan Gilimanuk & Padangbai guna cegah penyebaran virus selama Lebaran 2026.
Dinkes Kabupaten Tangerang umumkan nol kasus campak hingga Maret 2026. Simak upaya pencegahan dan imbauan imunisasi bagi orang tua di sini.
Meski banyak kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, diare, dehidrasi dan radang otak.
DINAS Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat adanya ancaman serius penyebaran penyakit campak di Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Sebanyak 187 kasus suspek dilaporkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved