Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
CAMPAK masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Para dokter mengingatkan bahwa gejala awal penyakit ini kerap disalahartikan sebagai flu biasa, sehingga banyak kasus baru diketahui setelah muncul ruam di kulit.
Campak merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan droplet ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, virus campak dapat bertahan di udara atau pada permukaan benda hingga dua jam setelah penderita meninggalkan area tersebut.
Pada tahap awal infeksi, anak biasanya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah atau berair. Gejala tersebut sering dianggap sebagai influenza atau infeksi saluran pernapasan ringan. Padahal, beberapa hari setelahnya biasanya akan muncul tanda khas berupa ruam kemerahan yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Selain ruam, salah satu tanda klinis yang sering ditemukan adalah munculnya bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spots. Bercak ini biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum ruam kulit terlihat dan menjadi indikator penting bagi dokter untuk mengidentifikasi campak pada tahap awal.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Sekitar 90 persen orang yang belum memiliki kekebalan dapat tertular jika berada dekat dengan penderita. Pada anak-anak, penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga, hingga radang otak atau ensefalitis.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa meskipun vaksin campak telah tersedia dan efektif, kasus penyakit ini masih muncul di berbagai negara akibat cakupan imunisasi yang belum merata. Vaksin campak biasanya diberikan melalui imunisasi MMR yang juga melindungi dari penyakit gondongan dan rubella.
Para dokter menekankan pentingnya orang tua untuk memperhatikan gejala awal yang muncul pada anak. Jika anak mengalami demam tinggi disertai batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam setelah beberapa hari, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, imunisasi tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari campak. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, risiko penyebaran penyakit ini dapat ditekan secara signifikan dan membantu melindungi kelompok masyarakat yang rentan. (Apuan Iskandar/E-4)
Indonesia peringkat 2 dunia kasus campak Maret 2026. Temukan penyebab KLB, gejala khas pada anak & dewasa, serta solusi selain vaksinasi di sini
Campak adalah penyakit menular pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus.
Gejala campak berupa demam, batuk dan pilek sebelum berkembang menjadi ruam di seluruh tubuh hingga menimbulkan komplikasi serius.
Campak atau measles masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Penyakit ini sangat mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi.
Gejala campak biasanya muncul 7 sampai 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus Morbillivirus. Pada tahap awal, penderita akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya imunisasi untuk menekan penyebaran campak yang masih memicu kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah.
Campak bukan sekadar penyakit masa lalu, melainkan ancaman nyata hingga kini. Penyakit sangat menular ini ditandai demam, sakit tenggorokan, dan ruam yang cepat menyebar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved