Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya imunisasi untuk menekan penyebaran campak yang masih memicu kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah daerah. Penyakit ini dinilai berbahaya karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama pada anak-anak.
“Di awal tahun ini kita melihat kasusnya cukup banyak, sehingga harus cepat ditekan. Kalau tidak, penularannya bisa meluas, apalagi menjelang Lebaran ketika mobilitas masyarakat meningkat,” ujar Budi, Kamis (5/3).
Menurut Budi, imunisasi merupakan instrumen paling efektif untuk mencegah penyebaran campak. Ia menegaskan bahwa vaksin campak telah lama digunakan dan terbukti mampu menekan angka penularan penyakit tersebut.
Karena itu, orang tua diminta memastikan anak-anak mereka memperoleh imunisasi campak agar terlindungi dari risiko infeksi.
Ia mengingatkan, anak-anak terutama yang berusia di bawah lima tahun sangat rentan mengalami dampak serius jika terinfeksi campak.
“Kalau tidak diimunisasi, anak tidak memiliki perlindungan. Ketika tertular, ia juga bisa menularkan kepada orang lain. Jadi imunisasi bukan hanya untuk melindungi anak sendiri, tetapi juga lingkungan sekitarnya seperti teman sekolah dan masyarakat,” kata Budi.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan pada 2025 terdapat 63.769 suspek campak dengan 67 kematian. Sementara pada 2026 hingga awal tahun tercatat 8.810 suspek dengan lima kematian.
Dari jumlah kasus yang terkonfirmasi, sekitar 67 persen penderita campak diketahui tidak memiliki riwayat imunisasi.
Sepanjang 2025, kejadian luar biasa campak dilaporkan terjadi di 87 kabupaten/kota. Adapun pada awal 2026 tercatat KLB terjadi di 24 kabupaten/kota.
Terdapat 10 kabupaten/kota yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar. (E-4)
KLB campak merebak di sejumlah wilayah Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya imunisasi untuk mencegah penularancam
Kemenkes mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit sangat menular. Campak juga dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian jika tidak dideteksi secara dini. Imunisasi bisa mencegahnya
Penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.
Pada 2024, cakupan MR1 tercatat sebesar 92 persen, sedangkan MR2 hanya mencapai 82,3 persen.
Pemerintah Kota Cilegon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan setelah 31 kasus positif ditemukan dalam sepekan terakhir.
Campak bukan sekadar penyakit masa lalu, melainkan ancaman nyata hingga kini. Penyakit sangat menular ini ditandai demam, sakit tenggorokan, dan ruam yang cepat menyebar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved