Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

10 Penyebab Campak yang Sering Diabaikan

Inqilaf Nur Aprilla
29/8/2025 21:28
10 Penyebab Campak yang Sering Diabaikan
Penyebab Campak.(Freepik)

Campak bukan sekadar penyakit masa lalu, melainkan ancaman nyata hingga kini. Penyakit sangat menular ini ditandai demam, sakit tenggorokan, dan ruam yang cepat menyebar. Penularannya bisa terjadi hanya lewat percikan air liur.

Sayangnya, banyak faktor pemicu campak kerap terabaikan. Berikut 10 di antaranya:

1. Virus Campak

Disebabkan virus rubeola dari keluarga Paramyxoviridae. Masuk melalui mulut, hidung, atau mata, lalu menyerang sistem imun dan menyebar ke organ vital.

2. Tidak Divaksinasi

Tanpa vaksin, risiko tertular sangat tinggi. Vaksin membentuk pertahanan utama melawan campak.

3. Perjalanan ke Luar Negeri

Mengunjungi negara dengan kasus tinggi dan cakupan vaksin rendah meningkatkan kemungkinan penularan.

4. Kekurangan Vitamin A

Defisiensi vitamin A membuat tubuh lebih rentan dan gejala lebih berat, bahkan menimbulkan komplikasi.

5. Benda Terkontaminasi

Menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terpapar cairan penderita dapat menularkan virus.

6. Bayi Belum Layak Vaksin

Bayi di bawah usia vaksinasi (9 bulan) sangat rentan.

7. Vaksinasi Tidak Lengkap

Hanya satu dosis MMR tidak cukup. Perlindungan optimal butuh dua dosis: 12-15 bulan dan 4-6 tahun.

8. Tinggal Bersama Penderita

Berinteraksi dekat atau merawat penderita sangat berisiko, bahkan sebelum ruam muncul.

9. Imunitas Lemah

Penderita HIV/AIDS, kanker, atau gangguan imun lain lebih mudah terinfeksi dan mengalami gejala berat.

10. Ruangan Tertutup Bersama Penderita

Virus bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita pergi. Risiko sangat tinggi tanpa jarak aman.

Hal-hal yang sering dianggap sepele justru memberi ruang bagi virus untuk terus menyebar. Dengan vaksinasi lengkap, kebersihan diri, dan kewaspadaan lingkungan, campak dapat dicegah dan bukan mustahil dikendalikan sepenuhnya. (Z-10)

 Sumber: Halodoc, Alodokter, WHO



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya