Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Campak bukan sekadar penyakit masa lalu, melainkan ancaman nyata hingga kini. Penyakit sangat menular ini ditandai demam, sakit tenggorokan, dan ruam yang cepat menyebar. Penularannya bisa terjadi hanya lewat percikan air liur.
Sayangnya, banyak faktor pemicu campak kerap terabaikan. Berikut 10 di antaranya:
Disebabkan virus rubeola dari keluarga Paramyxoviridae. Masuk melalui mulut, hidung, atau mata, lalu menyerang sistem imun dan menyebar ke organ vital.
Tanpa vaksin, risiko tertular sangat tinggi. Vaksin membentuk pertahanan utama melawan campak.
Mengunjungi negara dengan kasus tinggi dan cakupan vaksin rendah meningkatkan kemungkinan penularan.
Defisiensi vitamin A membuat tubuh lebih rentan dan gejala lebih berat, bahkan menimbulkan komplikasi.
Menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terpapar cairan penderita dapat menularkan virus.
Bayi di bawah usia vaksinasi (9 bulan) sangat rentan.
Hanya satu dosis MMR tidak cukup. Perlindungan optimal butuh dua dosis: 12-15 bulan dan 4-6 tahun.
Berinteraksi dekat atau merawat penderita sangat berisiko, bahkan sebelum ruam muncul.
Penderita HIV/AIDS, kanker, atau gangguan imun lain lebih mudah terinfeksi dan mengalami gejala berat.
Virus bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita pergi. Risiko sangat tinggi tanpa jarak aman.
Hal-hal yang sering dianggap sepele justru memberi ruang bagi virus untuk terus menyebar. Dengan vaksinasi lengkap, kebersihan diri, dan kewaspadaan lingkungan, campak dapat dicegah dan bukan mustahil dikendalikan sepenuhnya. (Z-10)
Sumber: Halodoc, Alodokter, WHO
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved