Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA tercatat sebagai negara dengan jumlah kejadian luar biasa (KLB) campak terbanyak kedua di dunia. Hal ini disampaikan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof. Tjandra Yoga Aditama dengan merujuk pada data pemantauan global terbaru.
Ia menjelaskan, laman Global Measles Outbreaks milik Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat tertanggal 11 Februari 2026 yang mengutip data World Health Organization (WHO) menunjukkan Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan wabah campak terbanyak di dunia.
"Harus kita sadari bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan di negara kita," ungkap Tjandra, Minggu (22/2).
Data pengawasan bulanan sementara yang dilaporkan kepada WHO per Januari 2026 mencakup periode Juli hingga Desember 2025. Dalam daftar tersebut, Yaman menempati posisi pertama dengan 11.288 kasus campak, disusul Indonesia dengan 10.744 kasus.
Indonesia bahkan berada di atas India yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa dengan 9.666 kasus campak. Posisi berikutnya ditempati Pakistan dengan 7.361 kasus, Angola 4.843 kasus, Republik Demokratik Rakyat Laos 3.167 kasus, Meksiko 2.846 kasus, Nigeria 2.755 kasus, Afghanistan 2.668 kasus, dan Mongolia dengan 2.551 kasus.
Tjandra menegaskan, kondisi ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.
Merujuk data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 27 Agustus 2025, meningkatnya kasus campak di Indonesia berkaitan erat dengan penurunan cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir.
Cakupan imunisasi rutin lengkap yang sempat mencapai 92 persen pada 2018 menurun menjadi 87,8 persen pada 2023. Sementara itu, cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama (MR1) dan kedua (MR2) masih berada di bawah target 95 persen yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok.
Pada 2024, cakupan MR1 tercatat sebesar 92 persen, sedangkan MR2 hanya mencapai 82,3 persen. Tren penurunan cakupan imunisasi ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah kasus campak dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022 tercatat lebih dari 4.800 kasus campak terkonfirmasi. Angka ini meningkat tajam pada 2023 menjadi lebih dari 10.600 kasus. Meski sempat menurun pada 2024 menjadi lebih dari 3.500 kasus, jumlah kasus kembali meningkat pada 2025, di mana hingga Agustus tercatat lebih dari 3.400 kasus.
Selain itu, KLB campak juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Pada 2022 terdapat 64 KLB, meningkat menjadi 95 KLB pada 2023. Angka ini menurun menjadi 53 KLB pada 2024, namun kembali meningkat pada 2025 dengan 46 KLB hingga Agustus.
Menurut Tjandra, data tersebut menjadi pengingat bahwa pengendalian penyakit campak dan penyakit menular lainnya harus terus diperkuat, terutama melalui peningkatan cakupan imunisasi di masyarakat guna mencegah meluasnya wabah di masa mendatang.
"Data-data ini kembali menunjukkan bahwa kita perlu memberi perhatian penuh pada pengendalian penyakit campak dan juga penyakit menular pada umumnya, termasuk meningkatkan cakupan imunisasi kita," pungkasnya. (H-2)
DIRECTOR of Communicable Disease Control Directorate atau otoritas kesehatan Australia Barat di Perth mengeluarkan Kewaspadaan Campak (Measles Allert) untuk warganya pada 12 Februari 2026.
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Pemerintah Kota Cilegon menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di empat kecamatan setelah 31 kasus positif ditemukan dalam sepekan terakhir.
Dari kasus kematian di Pamekasan saja dapat diketahui bahwa case fatality rate (CFR) campak di Indonesia jauh melampaui ambang batas global.
Kementerian Kesehatan menetapkan 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota. Salah satunya di Semper Barat, Jakarta Utara yang muncul pada awal Agustus lalu.
Dinkes Jakarta Barat menindaklanjuti temuan 38 kasus campak yang masuk kategori kejadian luar biasa atau KLB dengan penelusuran dan imunisasi
Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine menyebutkan cakupan imunisasi rutin lengkap di Indonesia pernah mencapai 92% pada 2018, namun turun menjadi hanya 87,8% pada 2023.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved