Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Dinkes Kota Sukabumi Waspadai Momen Mudik Lebaran Bisa Picu Penyebaran Campak

Benny Bastiandy
16/3/2026 15:34
Dinkes Kota Sukabumi Waspadai Momen Mudik Lebaran Bisa Picu Penyebaran Campak
Kabid P2P Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina.(MI/Benny Bastiandy)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Jawa Barat, mewaspadai momen arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah bisa memicu potensi penyebaran campak. Pasalnya, momen mudik memicu tingginya mobilitas serta kerumunan massa.

"Sekarang kan momennya arus mudik. Kondisi ini bisa memicu penyebaran campak karena ada potensi peningkatan mobilitas massa dan kerumunan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, Senin (16/3).

Dinkes mengimbau masyarakat selalu waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggunakan masker apabila berada di tengah kerumunan. Kalau memungkinkan bisa melakukan jaga jarak agar terhindari dari penularan. "Memakai masker merupakan salah satu upaya pencegahan, selain jaga jarak, makan makanan bergizi, dan menerapkan PHBS," 

Di Kota Sukabumi, kurun tiga bulan terakhir ditemukan sebanyak 23 kasus campak. Awalnya, terdeteksi sebanyak 32 kasus selama Januari hingga pertengahan Maret. "Dari deteksi awal, semula ada 32 suspek. Tapi dari hasil uji laboratorium hanya 23 kasus yang terkonfirmasi positif campak selama Januari hingga pertengahan Maret tahun ini," ungkapnya.

Denna menyebutkan, pejangkitan kasus campak tahun ini relatif melandai dibanding tahun lalu. Namun, dari semua temuan kasus, tak terjadi fatalitas atau kematian. "Walau ada peningkatan kasus pada tahun lalu, tetapi tahun ini cukup melandai. Belum ada kasus kematian akibat campak di Kota Sukabumi,” jelasnya.

Denna menegaskan, sebetulnya pada 2025 cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Sukabumi telah melebihi standar nasional dengan capaian sebesar 98,9%. Para orangtua yang memiliki balita diharapkan memberikan imunisasi dasar lengkap. "Ada sekitar 1,1% balita atau anak yang belum divaksin," pungkasnya.

BELUM TETAPKAN KLB
Meskipun ditemukan kasus campak, Kota Sukabumi belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB). Upaya pencegahan pun dilakukan secara masif agar penyakit itu tak menyebar luas. "Kami menilai belum perlu menetapkan KLB pada temuan kasus campak. Tapi perlu upaya pencegahan secara intensif untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas," tegas Kepala Dinkes Kota Sukabumi Ida Halimah.

Berdasarkan data, Indonesia merupakan negara yang berada pada peringkat kedua tertinggi kasus campak etelah Yaman. Di Jawa Barat, ada 9 daerah yang telah menetapkan KLB. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya