Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lonjakan kasus campak menjelang masa mudik dan libur Lebaran Idulfitri. Para orang tua diimbau untuk segera melengkapi vaksinasi campak anak guna mencegah penularan penyakit di kampung halaman.
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, Niken Wastu Palupi, menekankan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Pencegahan dini menjadi kunci agar momen berkumpul bersama keluarga tetap aman dan sehat.
“Menjelang lebaran dan waktunya mudik, diharapkan tidak menularkan dan juga nanti kembali ke kotanya masing-masing, kembali ke tempat kerjanya masing-masing, tidak membawa penyakit,” ujar Niken dalam sebuah webinar, Senin (16/3).
"Jangan sampai keluarga kita juga sakit, kita harapkan ini semua kita bisa sehat dalam menghadapi lebaran ini," sambungnya.
Selain vaksinasi, Niken menyarankan pemudik untuk lebih bijak saat mengunjungi tempat wisata atau keramaian selama liburan. Menghindari kerumunan yang terlalu padat menjadi salah satu langkah antisipasi karena sulitnya mendeteksi individu yang sudah terkontaminasi.
Niken mengatakan penyakit campak bisa dicegah, salah satunya dengan melakukan imunisasi lengkap. Kemudian juga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan melakukan cuci tangan, menggunakan air bersih, jamban sehat, olahraga teratur, makan buah sayur, dan upaya PHBS lainnya.
Edukasi mengenai pentingnya vaksinasi campak juga didorong melalui jalur sekolah. Peran guru dinilai sangat vital dalam mengingatkan siswa dan orang tua untuk melakukan vaksinasi sebelum berangkat mudik.
"Di hari-hari penting umat Islam, kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, kita harapkan kita semua bisa sehat, anak-anak bisa sehat, nanti kita berkumpul dengan keluarga, ini tidak terjadi penularan-penularan penyakit yang berbahaya," pungkasnya. (Iam)
Penyebabnya campak bukanlah virus baru, melainkan turunnya cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir.
Campak masih menjadi penyakit menular berbahaya bagi balita. Kenali gejala, risiko komplikasi, dan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan sejak dini.
Waspadai bahaya campak yang bisa memicu komplikasi fatal seperti radang otak dan pneumonia. Cek gejala terbaru dan data kasus 2026 di sini.
Kenali gejala campak pada anak sejak dini. Waspadai komplikasi campak dan cegah dengan imunisasi rutin.
Layanan kereta api jarak jauh mencatat 4.246.274 penumpang dengan tingkat okupansi 118,9% dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif selama masa Angkutan Lebaran 2026 dengan melayani lebih dari 5 juta pelanggan.
TINGGINYA mobilitas masyarakat Indonesia Timur selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 terkonfirmasi dari data yang dirilis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani atau akrab disapa Anda menyampaikan per 29 Maret 2026, penjualan tiket untuk periode arus balik yaitu 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 268.746 tiket.
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 28 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, tercatat 111.589 penumpang menyeberang dari Sumatra ke Jawa, turun 11%
Program "Mudik ke Jakarta" sukses mendongkrak ekonomi hingga Rp21 triliun. Simak data lonjakan penumpang MRT, LRT, dan jumlah wisatawan di Monas hingga Ragunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved