Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Arus Penumpang Kapal di Indonesia Timur Melambung 10,41 Persen saat Lebaran 2026

Lina Herlina
01/4/2026 19:20
Arus Penumpang Kapal di Indonesia Timur Melambung 10,41 Persen saat Lebaran 2026
Para penumpang kapal di wilayah Indonesia Timur di momen libur Lebaran 2026.(Dok. MI)

TINGGINYA mobilitas masyarakat Indonesia Timur selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026  terkonfirmasi dari data yang dirilis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4. 

Hingga H+10, total arus penumpang kapal di seluruh pelabuhan kelolaannya mencapai 758.291 orang, melonjak 10,41% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka ini menjadi indikator utama tidak hanya pulihnya kepercayaan publik pada transportasi laut, tetapi juga suksesnya sinergi operasional lintas instansi dalam menghadapi lonjakan pemudik yang signifikan. 

Pelabuhan Balikpapan, Ambon, dan Makassar menjadi simpul tersibuk, dengan masing-masing mencatatkan arus penumpang di atas 98.000 orang.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan cerminan dari kesiapan operasional yang matang. 

"Secara kumulatif hingga H+10, jumlah penumpang mencapai 758.291 orang, meningkat 10,41% dibandingkan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kesiapan operasional serta sinergi seluruh stakeholder dalam memastikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Abdul Azis.

Dari total angka tersebut, tercatat 412.013 orang merupakan penumpang naik, sementara 346.278 orang merupakan penumpang turun. 

Puncak arus mudik terjadi pada H-8 (13 Maret 2026) dengan 46.949 orang, sementara gelombang arus balik tertinggi terjadi pada H+8 (29 Maret 2026) dengan 41.739 orang, menunjukkan pola pergerakan yang cukup terkonsentrasi.

Tren positif juga terjadi pada arus kapal, dimana sebanyak 1.077 unit kapal dilayani, naik tipis 0,94% secara tahunan. Pelabuhan Ternate menjadi yang tertinggi dengan 162 unit kapal, disusul Ambon dan Manado. 

Menurut Abdul Azis, koordinasi intensif dengan operator kapal menjadi kunci utama menjaga stabilitas jadwal pelayaran di tengah lonjakan penumpang.

Untuk mengamankan lonjakan ini, Pelindo Regional 4 menerapkan strategi pengamanan terpadu di seluruh titik rawan.

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa pihaknya mengalokasikan tambahan personel dan mengaktifkan tim respons cepat (emergency response team).

“Beberapa langkah pengamanan yang dilakukan antara lain, pengaturan jalur lalu lintas kendaraan dan penumpang, pengawasan terhadap orang dan barang bawaan melalui fasilitas X-Ray, peningkatan frekuensi patroli, serta koordinasi intensif dengan aparat keamanan,” sebut Yusida.

Keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini tidak lepas dari kolaborasi solid antara Pelindo, operator kapal, aparat keamanan, dan instansi terkait. 

Abdul Azis menambahkan bahwa ke depan, Pelindo Regional 4 tidak hanya akan melakukan evaluasi, tetapi juga terus menggenjot peningkatan kualitas layanan melalui penguatan infrastruktur dan digitalisasi.

“Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah di Indonesia Timur,” tutup Abdul Azis.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya