Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Timur dan Wilayah 3T Harus Dipercepat

Rahmatul Fajri
29/1/2026 20:54
Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Timur dan Wilayah 3T Harus Dipercepat
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).(Dok. Gempar)

DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Hal tersebut disampaikan Gempar saat menemui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta, Rabu (28/1/2026). 

Ketua Umum Gempar Indonesia, Yohanes Sirait, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan bukan sekadar soal fisik, melainkan manifestasi kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial.

"Rakyat di perbatasan dan pulau terluar harus merasakan bahwa negara hadir melayani mereka sama baiknya dengan di Jawa. Ini adalah fondasi menuju Indonesia Maju," ujar Yohanes, melalui keterangannya, Kamis (29/1/2026).

Yohanes secara khusus meminta pemerintah menempatkan kawasan timur Indonesia sebagai prioritas utama guna menekan disparitas harga dan biaya logistik. Saat ini, biaya logistik nasional yang berada di kisaran 14 persen dari PDB dinilai masih menjadi beban efisiensi ekonomi, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku dan Papua.

"Ini permohonan kader kami di Kawasan Timur, kiranya menjadi perhatian serius pemerintah pusat agar biaya logistik dapat ditekan dan daya saing daerah meningkat," tambahnya.

Sementara itu, AHY memberikan apresiasi dan menegaskan bahwa pemerataan pembangunan merupakan mandat utama dari Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita.

”Pemerintah memberi perhatian khusus pada aspek pemerataan. Kami membangun dari desa dan pinggiran untuk pengentasan kemiskinan. Apa yang disampaikan Gempar Indonesia sangat selaras dengan visi pemerintah saat ini,” tegas AHY.

AHY menjelaskan, kementeriannya bertugas mengorkestrasi infrastruktur yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung. Ia menyoroti potensi pariwisata dan sumber daya alam di wilayah Timur yang belum optimal akibat keterbatasan konektivitas.

AHY menambahkan bahwa infrastruktur adalah tulang punggung transformasi Indonesia menjadi negara maju. Tanpa konektivitas yang mumpuni, potensi besar di wilayah Timur sulit untuk dikembangkan.

AHY mengajak kader Gempar Indonesia untuk ikut mengawal kebijakan publik dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional. "Kami mengajak Gempar untuk berkolaborasi dalam memastikan pembangunan ini berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya