Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengamat: Pembinaan Talenta Sepak Bola di Indonesia Timur Harus Ditingkatkan

Putri Rosmalia Octaviyani
30/1/2026 10:13
Pengamat: Pembinaan Talenta Sepak Bola di Indonesia Timur Harus Ditingkatkan
Ilustrasi pemain sepak bola.(Dok. Freepik)

PEMERHATI sepak bola nasional dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Irhas, mengatakan, upaya pembinaan talenta muda sepak bola di Indonesia Timur harus terus ditingkatkan. Ia mengatakan, terdapat banyak potensi talenta sepak bola di Indonesia Timur, khususnya Papua dan Papua Tengah yang bisa dikembangkan untuk kemajuan sepan bola Indonesia.

Salah satu hal yang menurutnya bisa dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Indonesi (PSSI) misalnya dengan  mendorong kompetisi lokal usia dini secara massif, sebab dari kompetisi itu akan tumbuh gairah masyarakat untuk berprestasi.

Irhas menilai, Indonesia Timur, seperti Papua Tengah memiliki banyak talenta sepak bola natural yang jika dibina dengan tepat akan mampu menjadi pemain kelas dunia. Sayangnya, mereka tak punya akses memadai untuk menjangkau radar pencari bakat sehingga tidak bisa mengorbit ke kancah nasional.

"Sejauh ini memang kita lihat belum ada lagi talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh," kata Irhas, dalam keterangan resminya, Jumat, (30/1).

Irhas mendorong PSSI lebih rajin turun ke daerah-daerah, dan melihat langsung bagaimana pembinaan sepak bola daerah itu dilakukan. Ia berharap PSSI bisa berkolaborasi secara intensif dengan assosiasi kabupaten (askab) dan assosiasi provinsi (asprov) agar tidak ada benang putus dalam pembibitan pemain.

"Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menilai pengembangan talenta lokal memang harus dimulai dari para penggiat sepak bola lokal.

Ia mengatakan, PSSI wajib hadir sebagai regulator dan fasilitator, sementara para penggiat sepak bola secara proaktif melakukan aksi dalam menghidupkan atmosfer sepak bola lokal.

"Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan," tandas Indro.

Terkait kepemimpinan, ia mendorong untuk terus dihadirkannya sosok-sosok yang memahami dan mengenal ekosistem sepak bola nasional di Tanah Air. Ia menegaskan bahwa jabatan sebagai Exco PSSI adalah amanat yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya