Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemerintah Tutup 11 Bandara di Papua, Ini Daftarnya

Media Indonesia
18/2/2026 09:20
Pemerintah Tutup 11 Bandara di Papua, Ini Daftarnya
: Petugas menyiapkan pesawat perintis di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (23/7/2024).(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

KEMENTERIAN Perhubungan menutup 11 bandara di Papua. Penutupan bandara di Papua dilakukan setelah insiden penembakan pilot Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation, 11 Februari 2026.

Cessna Grand Caravan PK-SNR itu memiliki rute Tanah Merah (TMH) - Danawage/Koroway Batu (DNW).

Daftar 11 bandara di Papua ditutup sementara:

  • Satpel Koroway Batu
  • Bandara Bomakia
  • Satpel Yaniruma
  • Satpel Manggelum
  • Lapangan Terbang Kapiraya
  • Lapangan Terbang Iwur
  • Lapangan Terbang Faowi
  • Lapangan Terbang Dagai
  • Lapangan Terbang Aboy
  • Lapangan Terbang Teraplu
  • Lapangan Terbang Beoga

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan operasional bandara-bandara di Papua yang ditutup akan dibuka setelah ada bantuan pengamanan dari TNI/Polri.

"Dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan," paparnya.

Kondisi saatt ini masuk pada kategori risiko ekstrem. Oleh karena itu, ia mengatakan Ditjen Perhubungan Darat berkoordinasi dengan para operator peberbangan agar waspada.

Ada lima bandara yang masuk dalam situasi rawan namun terkendali karena dijaga aparat. Penerbangan dapat dilaksanakan yakni 

  • Bandara Kiwirok
  • Bandara Moanamani
  • Bandara Illu.
  • Satpel Sinak di Ilaga
  • Satpel Agandugume di Ilaga

Lukman mengatakan pentingnya surat keputusan bersama antar pemerintah daerah dan TNI/Polri untuk keamanan angkutan udara khususnya penerbangan perintis.  Sebelumnya terjadi penembakan pilot dan kopilot PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation hingga 11 bandara di Papua ditutup. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya