Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

TNI Pertebal Pasukan Pengamanan di 11 Bandara Papua usai Insiden Smart Air

Rahmatul Fajri
19/2/2026 16:44
TNI Pertebal Pasukan Pengamanan di 11 Bandara Papua usai Insiden Smart Air
PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi (dua kiri).(Dok. TNI)

PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, memastikan proses pemulihan keamanan di 11 bandara perintis di Papua tengah berlangsung intensif. Langkah ini diambil guna membuka kembali urat nadi distribusi logistik yang sempat lumpuh pascagangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM.

Dalam kunjungannya ke Bandara Korowai Batu, Papua Selatan, Bambang menegaskan bahwa TNI melakukan penebalan pasukan untuk menjamin keselamatan operasional penerbangan sipil.

“Kami fokus pada pemulihan kondusivitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan. Kami mempertebal pasukan untuk menjaga perimeter bandara yang menjadi jalur utama distribusi bahan pokok dan obat-obatan bagi warga pedalaman,” ujar Bambang, dalam keterangannya, Kamis (19/2).

Untuk memastikan keamanan objek vital tersebut, TNI mengerahkan kekuatan gabungan yang terdiri dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Koops Habema, Pasukan Rajawali, serta unsur Brimob Polri. Pasukan ini ditempatkan di titik-titik strategis untuk mencegah serangan berulang terhadap pesawat sipil.

Bambang menjelaskan, Bandara Korowai Batu dipilih menjadi salah satu fokus pengamanan karena posisinya yang sangat strategis sebagai penghubung antara Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Selatan.

“Pesawat adalah satu-satunya jalur utama di wilayah pelosok. Jika bandara terganggu, kesejahteraan masyarakat langsung terdampak. Kehadiran kami di sini adalah sinyal kuat bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap ancaman keamanan,” kata Bambang. 

Meskipun pengamanan diperketat, Bambang optimis proses pemulihan akan berjalan cepat berkat dukungan penuh dari elemen masyarakat lokal. Para tokoh adat dan tokoh agama di sekitar wilayah terdampak dikabarkan ikut serta membantu TNI-Polri dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.

Langkah ini diharapkan dapat segera mengembalikan fungsi 11 bandara perintis tersebut secara normal. Dengan pulihnya aktivitas penerbangan, roda perekonomian dan layanan publik di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua diharapkan dapat kembali berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat setempat.

“Secepatnya kita pulihkan kondusivitas 11 bandara perintis agar aktivitas saudara-saudara kita di Papua kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas Bambang.

Sebelumnya, otoritas penerbangan memutuskan menghentikan sementara operasional 11 bandara di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua menyusul insiden penembakan pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan operasional bandara perintis dihentikan sementara untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan. Operasional akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan TNI/Polri. “Kondisi keamanan harus kondusif dan memenuhi standar keselamatan penerbangan,” ujar Lukman, Senin (16/2).
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya