Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

BRIN Identifikasi Dua Ngengat Endemik, Spesies Baru dari Hutan Timur Indonesia

N Apuan Iskandar
03/3/2026 23:34
BRIN Identifikasi Dua Ngengat Endemik, Spesies Baru dari Hutan Timur Indonesia
Dua spesies ngengat endemik Indonesia yang berhasil diidentifikasi peneliti BRIN A) Glyphodella fojaensis dan B-C) Chabulina celebesensis.(Dok. BRIN)

PENELITI dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menambah daftar kekayaan biodiversitas Indonesia dengan mengidentifikasi dua spesies ngengat baru yang berasal dari Indonesia Timur, Papua dan Sulawesi. Temuan ini dipublikasikan melalui kajian taksonomi berbasis analisis morfologi dan studi koleksi ilmiah.

Dua spesies baru tersebut masing-masing diberi nama Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis. Spesies pertama ditemukan di kawasan Pegunungan Foja, Papua, wilayah yang dikenal sebagai salah satu hotspot keanekaragaman hayati dunia. Sementara spesies kedua tercatat dari beberapa lokasi di Sulawesi, pulau yang secara biogeografi termasuk wilayah Wallacea dengan karakter fauna unik hasil percampuran Asia dan Australia.

Penelitian dilakukan melalui survei lapangan dalam rentang waktu lebih dari satu dekade, serta pemeriksaan spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Cibinong. Identifikasi spesies baru dilakukan dengan membandingkan pola sayap, warna, serta struktur genitalia, yang dalam ilmu lepidopterologi menjadi penanda utama pembeda antarspesies.

Secara morfologis, Glyphodella fojaensis memiliki ciri bercak khas pada sayap depan dengan pola warna kontras yang membedakannya dari spesies dalam genus yang sama. Adapun Chabulina celebesensis menunjukkan pola garis unik serta karakter struktur reproduksi yang berbeda dari kerabat terdekatnya.

Menurut data BRIN, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman serangga tertinggi di dunia. Secara global, jumlah spesies serangga yang telah dideskripsikan mencapai lebih dari 1 juta spesies, namun diperkirakan masih jutaan lainnya belum teridentifikasi. Kelompok Lepidoptera yang mencakup kupu-kupu dan ngengat menjadi salah satu ordo terbesar dengan lebih dari 160 ribu spesies yang telah tercatat secara ilmiah berdasarkan data dari Global Biodiversity Information Facility (GBIF).

Penemuan dua spesies baru ini memperkuat pentingnya kawasan timur Indonesia sebagai laboratorium alam evolusi. Papua dan Sulawesi memiliki kondisi geografis yang terisolasi dan variasi ekosistem mulai dari hutan hujan tropis primer hingga hutan pegunungan, yang memungkinkan terjadinya spesiasi unik.

Selain memperkaya basis data taksonomi nasional, identifikasi spesies baru juga memiliki implikasi konservasi. Banyak serangga endemik memiliki distribusi sangat terbatas dan rentan terhadap deforestasi, perubahan iklim, serta fragmentasi habitat.

BRIN menilai riset taksonomi masih menjadi fondasi penting dalam kebijakan pelestarian keanekaragaman hayati. Tanpa identifikasi ilmiah yang jelas, spesies berpotensi hilang sebelum sempat dikenali. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa eksplorasi biodiversitas Indonesia masih jauh dari kata selesai.

(BRIN, GBIF, MZB/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya