Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan, Indonesia merupakan tempat 17% satwa liar dengan 1.000 spesies yang berbeda. Eksplorasi biodiversitas di Indonesia tidak terbatas di kawasan konservasi saja, tapi juga di luar kawasan konservasi.
“Dukungan riset dan penguasaan yang lebih baik dibutuhkan, sehingga bioprospeksi dan kepentingan industri dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko di Jakarta, Senin (21/8).
Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers temuan tiga spesies keanekaragaman hayati baru di Indonesia yang dinamakan Hanguana Sitinurbayai, Bulbophyllum Wiratnoi, dan Muzomela Irianawidodoae.
Baca juga : 85% Spesies Baru Ditemukan di Papua, BRIN: Masih Banyak yang Belum Dieksplorasi
Bioprospeksi memiliki arti mencari dan menemukan senyawa bioaktif baru melalui eksplorasi keragaman hayati serta mengembangkannya untuk menjadi bahan dasar farmasi.
"Sesuai sikap Indonesia, akses sumber daya genetik dan informasi genetik yang terkandung di dalamnya adalah untuk kesejahteraan manusia,” kata Satyawan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun waktu 2021-2023 berdasarkan eksplorasi BRIN dan KLHK.
Baca juga : KLHK Umumkan Penemuan Tiga Spesies Flora dan Fauna Baru
"Selain itu, masih banyak lagi jenis tumbuhan dan satwa liar serta mikroba yang belum teridentifikasi dan belum tereksplor yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, baik di darat dan di laut,” kata Siti di Gedung Manggala Wanabakti.
Ia menyatakan, sebagai bagian dari masyarakat dunia, Indonesia juga berkomitmen untuk selalu menjaga kelestarian biodiversitas sehingga kekayaan hayati dapat dinikmati secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa mendatang.
"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini KLHK telah menyusun dokumen FoLU Net Sink 2030 yang selaras dengan target dan tujuan pada Kunming Montreal Global Biodiversity Framework," ungkapnya. (Z-4)
Baca juga : Menteri LHK Bertemu Dubes Norwegia Proses Kontribusi Berbasis Hasil Tahap Keempat
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Studi terbaru mengungkap kepunahan siput darat mencapai 80% di pulau-pulau vulkanik.
Data global menunjukkan bahwa degradasi alam di Sumatra melampaui wilayah lain di tanah air.
Prof. Syartinilia memaparkan kajian Proyeksi Ekosistem Indonesia 2050 yang meninjau kerentanan ekosistem dari perspektif aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Keberadaan reptilia ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan hayati, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan kampus IPB Dramaga.
Ilmuwan temukan empat spesies baru "springtail" di Cagar Alam Yintiaoling, Tiongkok. Meski sekecil butiran beras, makhluk ini punya peran besar bagi kesehatan tanah.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Indonesia menegaskan komitmen dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa.
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Senyawa alami memiliki keragaman struktur kimia dan mekanisme aksi yang menjadikannya sumber utama dalam pengembangan agen preventif penyakit kronis.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved