Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPERINGATI Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2024, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI melakukan pengamatan flora dan fauna di Kawasan Tebet Eco Park Jakarta Selatan. Selain di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DKI Jakarta, kegiatan yang rutin di adakan setiap tahun ini, juga diadakan di kota lain seperti Bandar Lampung, dan Pontianak. Selain melakukan pendataan keanekaragaman hayati, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tinggal di kawasan perkotaan.
“Selain di habitat alami dan kawasan konservasi, Yayasan KEHATI melalui gerakan Biodiversity Warriors juga aktif melakukan kampanye program pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan. Kegiatan ini melibatkan banyak elemen terkait mulai dari kampus, komunitas muda, lembaga penelitian, LSM lingkungan, begitu juga kementerian dan pemerintah daerah,” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini.
Pada pengamatan kali ini, lokasi Tebet Eco Park dipilih karena berdasarkan data Profil Keanekaragaman Hayati Provinsi DKI Jakarta 2023, lokasi tersebut memiliki jumlah jenis burung terbanyak, bersama Hutan Kota Monas, yaitu sebanyak 25 jenis burung. Pendataan jenis burung sangat penting karena menggambarkan kondisi habitat, vegetasi, lingkungan, dan aktivitas manusia,
“Melindungi keanekaragaman hayati di wilayah perkotaan sangat penting. Selain menjaga ekosistem perkotaan, jasa lingkungan yang diberikan dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Tentunya ini adalah tantangan yang tidak mudah karena dilakukan di area yang lebih kecil dengan jumlah penduduk yang jauh lebih padat dengan segala aktivitasnya yang lebih kompleks,” jelas Rika.
Keanekaragaman hayati dapat membentuk membentuk kota yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Pohon-pohon dan vegetasi di kota membantu mengurangi efek panas perkotaan (urban heat island effect), yang dapat mengurangi suhu udara dan energi yang diperlukan untuk pendinginan. Selain itu, beragam jenis tanaman yang tumbuh dapat meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan suhu yang ekstrem.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan pada tahun 2020 telah mencapai 57,3 persen dari jumlah populasi yang ada. BPS memperkirakan jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan akan mencapai 66,6 persen pada tahun 2035 mendatang.
Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia tahun ini mengusung tema “Be Part of the Plan” atau “Menjadi Bagian dari Rencana.” Tema yang mengajak seluruh pihak beraksi untuk mendukung implementasi kerangka kerja global untuk mengurangi laju hilangnya keanekaragaman hayati. Konvensi PBB atau yang dikenal sebagai Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (GBF).
“Kedepannya, kami berharap semakin banyak generasi muda yang peduli dan terlibat dalam aksi nyata pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di daerah perkotaan,” tutup Rika. (H-2)
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Studi terbaru mengungkap kepunahan siput darat mencapai 80% di pulau-pulau vulkanik.
Data global menunjukkan bahwa degradasi alam di Sumatra melampaui wilayah lain di tanah air.
Prof. Syartinilia memaparkan kajian Proyeksi Ekosistem Indonesia 2050 yang meninjau kerentanan ekosistem dari perspektif aktivitas manusia dan perubahan iklim.
Keberadaan reptilia ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan hayati, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan kampus IPB Dramaga.
Rut Krüger Giverin meyakini pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan sangat bermanfaat untuk melestarikan kekayaan biodiversitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved