Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak Fatimah Sania dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyebut langkah ibu menyusui buah hatinya dengan Air Susu Ibu (ASI) turut menjadi solusi menjaga keberlanjutan lingkungan jika dibandingkan dengan susu formula.
Hal karena ASI diproduksi secara alami oleh tubuh ibu, sementara pembuatan susu formula melibatkan banyak proses tidak hanya saat
pembuatan susunya tapi juga hingga proses pengemasan hingga transportasinya.
"Menyusui adalah salah satu solusi alami yang ramah lingkungan, karena mengurangi ketergantungan terhadap susu formula dan juga kemasan
plastik. Menyusui juga berhubungan dengan kesehatan planet yang lebih baik," kata Sania, dikutip Rabu (6/8).
Mengacu pada salah satu jurnal terbitan PubMed Central berjudul Life Cycle Assessment of Infant Feeding: Comparison of a Cow's Milk-Based Formula and Breastfeeding in the United Kingdom yang dirilis pada 2022 diungkap bahwa susu formula menyebabkan dampak lingkungan 35%-72% lebih tinggi dibandingkan dengan menyusui ASI pada bayi secara langsung.
Salah satu dampak lingkungan yang timbul dari pemberian susu formula yang ditemukan oleh peneliti Elle Cecilie Andresen dan timnya itu adalah potensi pemanasan global hingga 38% lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian ASI eksklusif.
Selain itu juga ditemukan bahwa pemberian susu formula pada bayi juga berdampak pada tingginya keasaman tanah hingga 53% dan pencemaran air hingga 54% jika dibandingkan dengan memberi ASI secara langsung pada bayi.
Maka dari itu, Sania menyarankan setiap ibu yang baru melahirkan mengupayakan pemberian ASI secara eksklusif kepada bayinya karena tidak
hanya manfaat kesehatan bagi tubuh tapi juga didapatkan manfaat bagi lingkungan.
Pemberian ASI dijelaskan dokter Sania sebagai langkah yang tidak hanya menguntungkan jangka pendek tapi juga jangka panjang bahkan untuk generasi-generasi di masa depan.
"Jadi kita harapkan semakin banyak orang yang tahu bahwa menyusui ASI memiliki dampak yang sangat baik terhadap lingkungan dan juga perubahan iklim," ujarnya.
Pemberian ASI secara eksklusif juga turut didukung oleh pemerintah sebagai program bahkan masuk dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan di pasal 42.
Pasal tersebut menyatakan setiap bayi berhak memperoleh air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan sampai usia enam bulan, kecuali atas indikasi medis.
Untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI kepada bayi, aturan tersebut juga menjelaskan peran masyarakat selama pemberian ASI berlangsung.
Baik keluarga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat wajib mendukung ibu dan bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. (Ant/Z-1)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
BADAN POM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi.
NESTLE dilaporkan telah mengeluarkan penarikan produk secara global di 49 negara, setelah produk susu formula bayi mereka diduga terkontaminasi racun.
Berbeda dari banyak susu formula lain, Mirugo tidak menambahkan maltodekstrin, sirup jagung, atau gula tambahan.
Melalui pendekatan berbasis experience marketing, program ini tidak hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi juga memperkuat brand engagement lewat pengalaman edukatif yang bermakna.
Susu formula harus diberikan kepada bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan atau kelainan genetik yang menyebabkan dirinya tidak bisa mencerna ASI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved