Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Merapi Merbabu de Trail Ajak Pelari Kampanyeken Peduli Lingkungan

Media Indonesia
13/8/2025 21:55
Merapi Merbabu de Trail Ajak Pelari Kampanyeken Peduli Lingkungan
Ilustrasi(Dok Merapi Merbabu de Trail)

EVENT Merapi Merbabu de Trail bukan hanya jadi ajang olahraga tingkat nasional, tapi juga bagian kampanye kepedulian terhadap lingkungan dan perayaan menyambut Hari Konservasi Alam Nasional setiap 10 Agustus.“Sebab, gunung ini juga daerah tangkapan air. Kalau neraca air ini bermasalah, kebutuhan untuk irigasi, air baku, air minum pasti akan berkurang. Kerusakan (lingkungan) harus dihindari agar alam terjaga dan lestari,” kata Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah Sumarno.

Dia mendukung ajang itu diperkenalkan kepada masyarakat dan digulirkan pada tahun-tahun mendatang. Apalagi, Merapi Merbabu de Trail mengajak pelari terlibat menjaga kelestarian alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu melalui semangat Run for Nature, Run for the Future.

"Seperti kita ketahui, Merapi dan Merbabu ditetapkan sebagai kawasan cagar biosfer oleh Unesco sejak 2020. Kami berharap Merapi Merbabu de Trail ini tak hanya mendorong peningkatan terhadap sektor pariwisata, tetapi juga menjadi salah satu event yang menggugah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pada kelestarian lingkungan," kata Sumarno.

Dia mengatakan kondisi geografis Jawa Tengah yang dikelilingi sejumlah wilayah pegunungan jadi salah satu daya tarik pariwisata daerah. Untuk itu, Merapi Merbabu de Trail juga jadi salah satu sarana mempromosikan pariwisata melalui sport tourism bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

"Sport tourism jadi salah satu cara potensial untuk mendongkrak sektor kepariwisataan daerah dengan banyaknya event serupa yang digelar. Pada 2025, Jawa Tengah sudah menggelar trail run seperti Dieng Caldera Race, Merbabu Sky Race, serta masih ada Dieng Trail Run pada Agustus dan MesaStila 100 Trail Run di Magelang, Oktober mendatang," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut dia, penyelenggaraan trail run memberi multiplier effect bagi sektor perekonomian daerah. Penginapan, bisnis makanan dan minuman, hingga moda transportasi lokal menjadi beberapa sektor yang menikmati dampak positif event trail run.

"Selama event Merapi Merbabu de Trail, memberikan sumbangsih terhadap perputaran ekonomi daerah mencapai Rp2 miliar," pungkas Sumarno.
Tahun ini, Merapi Merbabu de Trail yang digelar oleh Ultra Trail Mount Moeria dan didukung Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali serta Kementerian Pariwisata diikuti 750 peserta, termasuk 8 peserta asing dari Perancis, Malaysia, Filipina, Singapura, dan AS.

Mereka mengikuti tiga kategori berbeda yakni trail run 5K, 10K, dan 20K. Titik awal ajang tersebut di basecamp pendakian Selo, Genting, Taman Nasional Gunung Merbabu, Boyolali.

Sebagai salah satu event yang tergolong baru dalam olahraga trail run, Merapi Merbabu de Trail memiliki daya tarik di mata pelari. Lintasan pegunungan dengan pemandangan khas dataran tinggi Merbabu jadi magnet utama yang menguji kesiapan mental dan fisik pelari dan jadi suguhan utama yang memanjakan mata.

Merapi Merbabu de Trail berhasil menawarkan pengalaman berbeda kepada pelari, khususnya bagi pemula yang pertama kali mencoba tantangan trail run. Pasalnya, Merapi Merbabu de Trail merupakan event trail run dengan jarak tempuh relatif lebih pendek dibanding ajang serupa.

Sejak pukul 01.00 Wib sebanyak 190 peserta dari kategori 20K mengawali perlombaan di titik awal basecamp Selo. Para pelari dihadapkan dengan kondisi menantang mulai dari dinginnya suhu pegunungan dini hari, menembus gelap malam, hingga menghadapi tanjakan terjal di jalur pendakian Merbabu. Memasuki pagi hari, 362 peserta kategori 10K dan 198 peserta kategori 5K lainnya menyusul untuk memulai perlombaan. Selain lintasan ekstrem, peserta disuguhkan pemandangan indah khas Merbabu seperti suasana sunrise dari ketinggian, menjelajah padang rumput sabana hingga menaklukkan hutan-hutan pegunungan.

Pada kategori Open Male 5K, ajang ini dimenangkan Avel Agil Avandi, Aldin Kurniawan Petingko, dan Adnan Gifari Ramadhan. Pada Open Female 5K, dimenangkan Hani Aida Salsabila, Nurul Fitriani, dan Diana Dyah.
Selanjutnya, podium Open Male 10K dimenangkan Anggun Saptono, Sugeng Witrianto, dan Fahrul Mussofa, serta kategori Open Female 10K diraih Aisy Nuraini, Siska Dwi Utari, dan Abella Pratiwi Yuanita.

Pelari asal Perancis, Elise LOP memberi kejutan, dengan mengukuhkan namanya pada posisi 2 kategori Open Female 20K. Posisi 1 dimenangkan Restu Aeni dan Widyawati di posisi 3. Adapun pemenang kategori Open Male 20K berturut-turut dimenangkan oleh Bagus Prastyo, Wildan Yusuf Furqoni, Avi Viqi Fatwa.
Merapi Merbabu de Trail juga menghadirkan kategori khusus, yakni 20K Master. Kategori ini dimenangkan Swestyaning Kumalajaty, Noriswatul Syima Mohd Idris (Malaysia), dan Fitri Utami. Adapun pemenang kategori Open Male 20K yaitu, Faried Isthi Nugroho, Ananta Bambang Purwanto, dan Ari Sugiyono.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik