Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Antisipasi Mudik Lebaran 2026, Kemenkes Percepat Imunisasi Campak-Rubella

Atalya Puspa    
13/3/2026 09:37
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, Kemenkes Percepat Imunisasi Campak-Rubella
Ilustrasi--Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025).(ANTARA/Fikri Yusuf)

PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di sejumlah wilayah strategis. 

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna menangkal lonjakan penularan campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat dan potensi kerumunan selama periode arus mudik dan libur Lebaran 2026.

Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, situasi penyebaran campak di Indonesia menunjukkan angka yang perlu diwaspadai. 

Tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian. 

Selain itu, pemerintah telah menetapkan 45 status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa pemerintah kini fokus melakukan respons cepat melalui Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign di wilayah terdampak maupun wilayah berisiko tinggi.

“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkes, Jumat (13/3).

Program percepatan imunisasi ini menyasar 102 kabupaten/kota dengan fokus utama anak usia 9 hingga 59 bulan sepanjang Maret 2026. Pemerintah menetapkan target ambisius yakni cakupan imunisasi minimal 95%. 

Angka ini dianggap sebagai ambang batas krusial untuk membentuk kekebalan kelompok (*herd immunity*) demi memutus rantai penyebaran penyakit.

Untuk memudahkan akses masyarakat, pelayanan imunisasi disediakan di berbagai titik. Selain Puskesmas dan Posyandu, layanan juga menyentuh satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik di jalur-jalur utama.

Andi menekankan bahwa kewaspadaan orang tua menjadi kunci utama, terutama saat membawa anak ke ruang publik selama masa libur panjang.

“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tegas Andi.

Selain mengimbau kelengkapan status imunisasi anak, Kemenkes juga meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mencuci tangan dengan sabun, menjaga etika batuk, serta penggunaan masker di kerumunan tetap menjadi anjuran utama.

Bagi orangtua yang mendapati anaknya mengalami gejala atau sedang dalam kondisi tidak fit, Andi menyarankan untuk menunda rencana perjalanan. 

“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya