Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMAM tinggi yang disertai batuk, pilek, dan ruam merah bisa jadi tanda campak. Penyakit ini sangat mudah menular dan perlu segera diwaspadai agar tidak menyebar.
Campak umumnya menyerang anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh. Jika terlambat ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Virus dapat menyebar melalui percikan droplet penderita, sentuhan langsung, hingga benda yang terkena cipratan batuk atau bersin.
“Masa penularan bisa berlangsung sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya. Puncak penularan biasanya pada 1 sampai 3 hari pertama saat gejala awal muncul,” ujar Mary, dikutip dari berita.depok.go.id.
Gejala campak biasanya muncul 7 sampai 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus Morbillivirus. Pada tahap awal, penderita akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius yang biasanya berlangsung 2 sampai 3 hari.
Selain demam, gejala lain yang sering timbul adalah hidung tersumbat, batuk, bersin, mata merah berair, dan hilangnya nafsu makan. Keluhan ini biasanya berlangsung 2 sampai 5 hari.
Setelah itu, akan muncul bercak putih keabuan di bagian dalam pipi, dikenal sebagai koplik spot. Tanda ini biasanya terlihat 2 sampai 3 hari setelah demam terjadi.
Beberapa hari kemudian, ruam merah menonjol mulai muncul di wajah, lalu menyebar ke leher dan seluruh tubuh. Pada fase ini, demam tetap tinggi dan dapat berlangsung hingga 1 sampai 2 hari setelah bercak putih terlihat.
Mary mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan. Jika terlambat ditangani, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius seperti diare, radang paru, infeksi telinga, bahkan peradangan otak.
Ia mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke dokter ketika muncul tanda-tanda campak. Hal ini agar penderita mendapat penanganan lebih cepat dan tepat.
“Dengan mengenali gejala dan memahami cara penularannya, masyarakat dapat lebih waspada. Dan yang terpenting, jangan ragu melakukan imunisasi karena itu benteng utama perlindungan anak dari campak,” tutupnya.
Mengenali gejala sejak awal adalah langkah penting menghentikan penyebaran campak. Semakin cepat gejala campak terdeteksi, semakin besar peluang mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan anak.
Sumber: berita.depok.go.id, Alodokter
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
Kemenkes menyebut hingga pertengahan Maret 2026, tercatat 13.046 suspek dengan 10.301 kasus campak terkonfirmasi. Selain itu, ada 8 kematian akibat campak.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved