Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Peningkatan Campak, Salah Satunya Disebabkan Penurunan Kekebalan Pascapandemi

Despian Nurhidayat
25/3/2026 12:05
Peningkatan Campak, Salah Satunya Disebabkan Penurunan Kekebalan Pascapandemi
Ilustrasi(freepik)

PAKAR Epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengatakan, setelah pandemi covid-19 terjadi penurunan kekebalan komunal. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya peningkatan kasus campak

"Lalu bicara tahun ini, tahun lalu, ya kondisinya apalagi di masa pandemi, segera setelah pandemi, itu terjadi penurunan cakupan vaksinasi," ujar Dicky dilansir dari Metrotvnews.com. 

Dia menjelaskan, secara saintis, faktor utama peningkatan kasus campak karena penurunan cakupan vaksinasi campak lengkap. Vaksinasi campak dilakukan sebanyak dua dosis dengan target harus di atas 94 persen.

"Nah kalau kedua cakupannya ini di bawah itu, maka potensi terjadi outbreak campak menjadi meningkat risikonya," jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melaporkan temuan penyakit campak di Indonesia telah mencapai 10.301 kasus terkonfirmasi hingga pertengahan Maret 2026. Data tersebut mencakup 13.046 suspek dengan angka kematian sebanyak delapan jiwa. Tercatat adanya 54 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 37 kabupaten/kota di 13 provinsi. 

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni meminta, masyarakat tetap waspada meski tren menunjukkan penurunan sejak akhir Februari.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Imunisasi Kejar Campak-Rubella (MR) di wilayah terdampak maupun zona berisiko. Program imunisasi ini diberikan secara gratis di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 - 59 bulan.

Layanan ini disediakan di berbagai titik strategis agar mudah dijangkau, mulai dari Puskesmas, Posyandu, sekolah (TK/PAUD), tempat ibadah, hingga tersedia di pos pelayanan mudik Lebaran. 

"Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas," ujar Andi. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya