Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat Prof Edi Hartoyo membantah anggapan yang beredar di media sosial bahwa vaksinasi campak bisa menimbulkan kecacatan pada anak.
"Tidak benar (vaksinasi campak) menimbulkan kecacatan," tegas Edi, yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan
Dokter Anak Indonesia (IDAI), dikutip Sabtu (30/8).
Vaksin campak, jelas Edi, berisi virus campak yang sudah dilemahkan sehingga ia tidak memiliki kemampuan untuk menyebabkan infeksi berat pada orang yang diberikan vaksin.
Vaksin berisi virus campak itu justru bisa merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.
"Jadi, risiko terhadap aktivasi (penyakit) sangat kecil karena virus dilemahkan, otomatis ia tidak virulen, tidak bisa menyebabkan rangsangan penyakit pada orang diimunisasi," kata Edi.
Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof Hartono Gunardi menjelaskan, pada beberapa orang, vaksin campak bisa memberikan efek seperti demam, namun dalam kategori ringan dan dapat sembuh sendiri.
Statistik menyebutkan hanya 5% sampai 15% anak yang diimunisasi mengalami demam, atau hanya lima dari 100 anak yang diimunisasi.
Efek samping lainnya setelah vaksinasi adalah ruam, namun hanya 2% yang mengalami atau dua dari 100 anak yang diimunisasi.
Dahulu, dia menerangkan, sebuah penelitian yang kini dilabeli hoaks, menyebutkan vaksin campak, gondongan dan rubela (campak Jerman) MMR dapat menyebabkan autisme.
Namun, setelah diselidiki, penelitian tersebut hanya dilakukan kepada 12 anak yang diundang ke pesta ulang tahun sang peneliti. Penelitian tersebut sudah ditarik dan dokter yang meneliti dilarang praktik.
Hartono menegaskan kini seluruh negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah melaksanakan imunisasi campak dan rubela MR.
"Kelalaian imunisasi malah menimbulkan wabah," pungkas Hartono. (Ant/Z-1)
Mengapa banyak orang tua menolak vaksin campak pada anak anak? Simak analisis mendalam mengenai misinformasi, faktor agama, hingga psikologi di balik keraguan vaksin.
Update terbaru vaksin campak 2026: Jadwal IDAI, jenis MR/MMR, efektivitas, hingga sejarah penemuannya. Lindungi buah hati dari risiko komplikasi berat.
Suspek campak 2026 di Indonesia mencapai 8.244 kasus dengan 21 KLB di 11 provinsi. Peningkatan cakupan vaksinasi dan pencegahan penularan menjadi sangat penting.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (Vaksin MR) di Indonesia dalam kondisi aman untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi.
Kasus campak di Indonesia capai 10.301. Pakar sebut penurunan vaksinasi pascapandemi jadi penyebab utama meningkatnya kasus.
Kepala Dinkes Depok Devi Maryori menekankan pencegahan campak melalui pemantauan, imunisasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.
Campak bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam merah di kulit. Di balik gejalanya yang tampak sederhana, virus ini dapat menyerang paru-paru hingga otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved