Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Waspada KLB Campak, Orang Tua Diingatkan Lengkapi Vaksin Anak sebelum Mudik

 Gana Buana
19/3/2026 21:20
Waspada KLB Campak, Orang Tua Diingatkan Lengkapi Vaksin Anak sebelum Mudik
rang Tua Diingatkan Lengkapi Vaksin Anak sebelum Mudik.(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan keras bagi orang tua yang berencana membawa anak dalam perjalanan mudik 2026. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa kewaspadaan ekstra diperlukan mengingat Indonesia masih menduduki peringkat kedua dunia untuk kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

"Karena situasi KLB campak di Indonesia yang masih juara dua di dunia ini, perlu mendapat perhatian khusus dari kita semua," tegas Piprim dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

IDAI mendesak orang tua untuk memastikan imunisasi dasar anak, terutama vaksin Measles-Rubella (MR) atau Measles, Mumps, Rubella (MMR), sudah lengkap sebelum berangkat. Selain ancaman campak, risiko penularan penyakit batuk dan pilek di keramaian transportasi umum menjadi ancaman nyata bagi kesehatan anak.

Protokol Kesehatan di Perjalanan

Piprim meminta orang tua mengajarkan anak untuk menjaga jarak dari individu yang menunjukkan gejala batuk atau pilek. Penggunaan masker di ruang publik dan transportasi umum tetap disarankan sebagai pelapis perlindungan.

"Ajarkan anak etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku. Hindari juga berbagi barang pribadi seperti alat makan, handuk, atau botol minum," tambahnya.

Daftar "Obat Wajib" di Kotak P3K Mudik:

  • Obat penurun panas (Parasetamol).
  • Obat anti-mabuk perjalanan dan Oralit.
  • Plester, perban, dan termometer.
  • Salep hidrokortison (untuk gigitan serangga).
  • Vitamin C untuk daya tahan tubuh.

Pilih Destinasi Wisata yang Aman

IDAI menyarankan agar pemudik menghindari lokasi wisata yang terlalu padat dan terpapar cuaca ekstrem. Alih-alih tempat ramai, orang tua didorong memilih destinasi edukatif yang lebih terkontrol seperti museum, pusat sains, atau perpustakaan anak.

Selain kesehatan fisik, kenyamanan psikologis anak selama perjalanan juga perlu diperhatikan. Orang tua disarankan menyiapkan daftar putar musik, buku cerita, atau audio dongeng agar anak tidak jenuh selama di perjalanan.

"Pantau selalu perkembangan cuaca dan hindari wilayah rawan bencana seperti banjir atau longsor demi keamanan buah hati," tutup Piprim. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik