Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

BPOM Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Waspadai Risiko Keracunan Pangan

Atalaya Puspa
11/2/2026 17:29
BPOM Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Waspadai Risiko Keracunan Pangan
MBG.(MI/Kristiadi.)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM Elin Herlina menegaskan, karakter program yang berlangsung setiap hari dengan bahan pangan mudah rusak membuat pengendalian keamanan pangan harus dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Elin Herlina menjelaskan bahwa program MBG memiliki tingkat risiko yang tidak kecil dari sisi keamanan pangan.

“Program Makan Bergizi Gratis memiliki frekuensi penyajian yang berulang setiap hari dalam jangka panjang, menggunakan bahan baku yang mudah rusak, serta waktu distribusi yang kadang lebih panjang dari yang direncanakan. Ini menjadi tantangan dalam menjaga keamanan pangan,” ujar Elin dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (11/2).

Ia menekankan bahwa ancaman dalam pangan tidak selalu dapat dikenali secara visual. “Ancaman dalam pangan sering kali tidak terlihat secara kasat mata. Makanan bisa tampak baik, menarik, dan bergizi, tetapi tetap berisiko apabila terkontaminasi mikroba atau cemaran kimia,” katanya.

Menurut Elin, kelompok anak-anak sebagai penerima manfaat MBG merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan maksimal. Karena itu, pengawasan tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Pengawasan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku, proses produksi di SPPG, hingga distribusi ke sekolah. Semua tahapan harus memenuhi standar higiene dan sanitasi,” tegasnya.

Data BPOM menunjukkan sepanjang 2024 terjadi 138 kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dengan total 10.171 orang terdampak. Meski tidak seluruhnya terkait MBG, Elin menyebut tren tersebut menjadi peringatan penting.

“Kami mencermati adanya peningkatan laporan KLB pada periode tertentu, termasuk pada awal 2026. Ini menjadi alarm bagi kami untuk memperkuat sistem pengawasan,” ungkapnya.

Ke depan, BPOM akan memperkuat inspeksi sarana produksi, pengambilan sampel, serta pengujian produk secara berkala untuk memastikan keamanan dan mutu pangan dalam program MBG.

“Tujuan program ini adalah pemenuhan gizi. Jangan sampai tujuan baik tersebut justru menimbulkan masalah kesehatan karena aspek keamanan pangan tidak dijaga dengan ketat,” pungkas Elin. (Ata/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya